Pemberdayaan Pelaku Usaha Kecil Melalui Program Kemitraan PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk (Studi Mengenai Program Kemitraan (PK) PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk di Desa Jalupang Mulya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.)
PRITA NURUL AINI, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Usaha kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peranan penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Keberadaan UKM memberikan kontribusi yang besar dalam mengatasi masalah penganguran yang tinggi di Indonesia karena UKM dapat menampung banyak tenaga kerja dimana dapat mengurangi jumlah kemiskinan di pedesaan dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun dalam pelaksanaannya pelaku UKM masih sering mengalami masalah dalam mengembangkan usahanya. Permasalahan yang sering dialami oleh pelaku UKM adalah keterbatasan sumber modal dimana pelaku usaha sulit untuk mendapatkan akses pinjaman modal dengan bunga yang ringan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui Program Kemitraan yang dilaksanakan dengan mengoptimalkan laba BUMN sebesar 1,3%. Program Kemitraan diharapkan dapat membantu pelaku UKM untuk dapat mengatasi permasalahan akan pengadaan modal usaha. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan Program Kemitraan yang dilaksanakan oleh PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk dan perubahan yang terjadi pada pelaku usaha kecil yang mengikuti Program Kemitraan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan didesa Jalupang Mulya, Kecamatan Leuwidamar, Lebak-Banten dan untuk menyempurnakan data penelitian, dilakukan juga penelitian di kantor Divisi PKBL yang berlokasi di daerah industri Cilegon, Banten. Pengambilan informan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dan metode snowball. Informan yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari 3 orang dari pihak internal Divisi PKBL dan 8 orang pelaku usaha kecil di Desa Jalupang Mulya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Kemitraan yang dilakukan oleh Divisi PKBL masih kurang maksimal. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kekurangan dalam proses pelaksanaan program dimana terdapat kurangnya pemberian pelatihan dan pemasaran khususnya untuk pelaku usaha disektor kerajinan dan pelaksanan monitoring yang tidak dilakukan secara berkala akibat dari kurangnya personil pelaksana program. Perubahan yang dirasakan oleh pelaku usaha kecil juga tidak terlalu signifikan, dimana pelaku usaha hanya mampu untuk menambah kebutuhan usaha dengan menggunakan bantuan dana kemitraan yang diberikan namun belum mampu untuk mengembangkan usaha yang mereka miliki. Program Kemitraan ini belum mampu memberikan dampak yang signifikan bagi pelaku usaha keci, dimana tidak terjadi perubahan dalam hal pengembangan usaha. Hal ini dikarenakan kurangnya pemberian pelatihan dan pemasaran serta masih rendahnya motivasi dari pelaku usaha kecil itu sendiri untuk mengembangkan usaha yang mereka miliki.
Micro, Small and Medium Enterprices (UKM) have an important role in the Indonesian economy. UKM greatly contributs to overcome high-unemployment problem in Indonesia ad UKM play a role in term of job creation, mainly because UKM are labor intensive efforts, spreads in all location, especially in rural area which is can push regional economic growth. But in reality, UKM are still faced problem in developing its business. The problems that often experienced by UKM is limited capital resources where business actor difficult to get access for capital loan with light interest. The solution to overcome this problem is through Partnership Program by optimizing 1,3% of fund from the profit of Stated-Owned Enterprises (SOE). Partnership Program is expected to help UKM to overcome the problem. According with this research has puprose to know about the process of Partnership Program implementation by PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk and the changes occuring to small business actor who participating in its program. The method used in this research is qualitative descriptive approach. This research was conducted in Jalupang Mulya Village and to complete the research data, it also contucted at PKBL division office located in Cilegon industrial area. Key informant was determined by using purposive sampling and snowball method. The informants involved in this research consisted of 3 people from PKBL Division internal workers and 8 small business actor in Jalupang Mulya. Data collection techniques were conducted using; observation, interview and documentation. Result of this research is to show the implementation of Partnership Program conducted by PKBL Division and the changes to small business actors. The result indicate that the implementation of Partnership Program is still far from perfection. This can be seen from some deficiencies in implementation process where there is a lack of training and marketing, especially for handicraft business actor and monitoring program which is not done periodically due to the lack of personnel. The change felt by small business actors is not significant either, where its actors are only able to increase business needs by using the funds from Partnership Program but not yet able to develop their own business. This is due to the lack of training and marketing program provide by PKBL Division and low motivation of small business actors themselves to develop their own business.
Kata Kunci : Pelaksanaan Program Kemitraan, Perubahan terhadap usaha, Pelaku usaha kecil