STRATEGI PENGHIDUPAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA PANDANSARI, KECAMATAN PAGUYANGAN, KABUPATEN BREBES
MONO SUSANTO, Dr. Sudrajat., S.Si., M.p
2017 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDesa Pandansari merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Paguyangan. Mata pencaharian utama penduduk desa ini adalah petani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) kondisi aset rumah tangga petani, (2) strategi penghidupan yang diterapkan petani, dan (3) hubungan kondisi aset rumah tangga petani dengan strategi penghidupan yang diterapkan petani. Hal ini didasari karena lahan pertanian di desa tersebut sangat luas dan kepemilikan lahan yang beragam pula. Variabel yang digunakan untuk mengetahui kondisi aset penghidupan yaitu: modal manusia, modal fisik, modal alam, modal sosial, dan modal finansial. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuantitatif. Metode kuantitatif dilakukan dengan survei dan dengan mewawancarai 90 responden. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,89 persen menerapkan strategi bertahan hidup. Untuk strategi konsolidasi diterapkan oleh 68,89 persen dan yang menerapkan strategi akumulaasi sebesar 12,23 persen. Strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh petani adalah dengan diversifikasi pekerjaan dan anggota rumah tangga ikur bekerja. Untuk strategi konsolidasi yang dilakukan petani adalah dengan meningkatkan jumlah ternak dan memanfaatkan lembaga keuangan. Sedangkan pada strategi akumulasi yang dilakukan petani adalah dengan investasi pendidikan anak dan meningkatkan jumlah aset.
Pandansari Village is located in Paguyangan Regency. Farming is the main livelihood here. Therefore, the purpose of the research are: 1) to recognize the situation of farmers household assets; 2) to understand their living strategies; and 3) to investigate the correlation between those variables. This research based on premises which are the vastness of farm and various types of ownership applied in this area. Variables adopted to understand the situation of the assets are: human, physical, natural, social, and financial resources. The data was retrieved by quantitative method which is interviewing 90 respondents. Data analysis performed by descriptive analysis method. The result showed that 18,89% of the respondents applied survival strategy by diversivying works and persuading all family members to work with them. Those who exercised consolidation strategy represented 68,89% of respondents. This strategy was done by improving the number of livestock owned and utilizing financial institution servise. Meanwhile the rest 12,23% used accumulation strategy which was investing in children education and escalating the number of assets.
Kata Kunci : Petani, Aset Penghidupan, Strategi Penghidupan