KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF (SUBJECTIVE WELL-BEING) BURUH RAMBUT PALSU: STUDI DESKRIPTIF PADA BURUH PEREMPUAN PT SUNG CHANG DI DESA GRECOL KECAMATAN MEWEK KABUPATEN PURBALINGGA
YUDHA ANDRIAN P, Dr. S. Djuni Prihatin, M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Kajian tentang kesejahteraan subjektif penting karena setiap tahunnya buruh di beberapa kota besar selalu menuntut kenaikkan gaji pada saat Hari Buruh Internasional setiap tanggal 1 Mei. Fakta tersebut membuat banyak pihak bertanya siapa yang sebenarnya salah sehingga buruh selalu menuntut hal yang sama setiap tahunnya. Tentu saja penelitian semacam ini mampu membantu berbagai pihak khususnya stakeholder agar dapat mewujudkan kondisi yang lebih baik dan kondusif bagi setiap aktor pelaku kegiatan ekonomi di Indonesia, khususnya bagi kaum pekerja. Guna mendukung pencarian informasi mengenai bentuk kesejahteraan subjektif, maka penelitian ini menggunakan pendekatan konsep subjective well-being dari Diener dan beberapa rekan akademisinya. Subjective well-being merupakan pandangan subjektif seseorang tentang kesejahteraan. Terdapat indikator yang mampu mempengaruhi kondisi kesejahteraan seseorang, sehingga dengan adanya indikator tersebut peneliti mampu menentukan apa bentuk dari kesejahteraan subjektif seseorang setelah menganalisis data yang didapatkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berangkat dari pendekatan analisis deskriptif. Dalam menentukan informan, penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria purposive sampling-nya yaitu buruh perempuan yang sudah menikah dan bekerja di PT Sung Chang. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa langkah yakni mengumpulkan data, analisis data, serta uji keabsahan data. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam kepada informan, serta dibantu dengan dokumentasi baik menggunakan alat bantu atau catatan untuk membantu peneliti dalam upaya mengumpulkan data dari informan. Hasil penelitian ini menemukan bentuk wig wanita label kesejahteraan subyektif. Upah wig wanita selalu bersyukur dan menerima apapun penghasilannya setiap bulannya. Mereka bukan tenaga kerja biasa yang memiliki tenaga kerja yang memiliki keinginan besar dalam hidup mereka. Jadi tujuan mereka tidak lagi bahagia, tapi tujuan mereka adalah untuk memenuhi keinginan mereka. Hasil penelitian ini menemukan bentuk wig wanita label kesejahteraan subyektif. Upah wig wanita selalu bersyukur dan menerima apapun penghasilannya setiap bulannya. Mereka bukan tenaga kerja biasa yang memiliki tenaga kerja yang memiliki keinginan besar dalam hidup mereka. Jadi tujuan mereka tidak lagi bahagia, tapi tujuan mereka adalah untuk memenuhi keinginan mereka.
The study of subjective well-being is important because each year the labour in several major cities asking for a salary increment when they celebrate the International Labour Day on May 1st. That fact makes many people ask who is actually wrong so that workers are always demand the same thing every year. Of course this kind of research can be able to help the various parties in particular stakeholders in order to realize a better and conducive conritions for any actor to prepetrators of economic activity in Indonesia, especially for labour. To support the search of information on the form of subjective well-being, this research use the concept of subjective well-being from Diener and some of his fellow who giving their time to studying about subjective well-being. Subjective well-being is a subjective view of a person on welfare. There are some indicators that are able to affect the condition of a person’s welfare, so that the indicator of the presence of researchers were able to determine what is the form of subjective well-being from some individu after analyzing the data. This research used the qualitative method of research that departs from descriptive analysis approach. In determining the informant, this research using a purposive sampling technique. Purposive sampling criteria is a married female labour that work at PT Sung Chanf. In the study carried out a few steps.i.e., collecting data, data analysis, and test the validity of the data. Data collection is done in this research uses techniques of observation, in-depth interviews to informants, as well as assisted with documentation using either the tools or notes to help researchers in an attempt to collect data from the informant. The result of this research found a form of women wigs labour subjective well-being’s. Women wigs labour are always grateful and accept whatever her income every month. They are not a typical labour that have a huge desire of their life, maybe some of labour that always asking for a salary increment is a typical labour that have a huge desire of their life. So their purpose is not to be happy anymore, but their purpose is to fulfill their desire.
Kata Kunci : Kesejahteraan, Buruh, Perempuan, Subjective Well-Being