Laporkan Masalah

DEBIT PUNCAK SPESIFIK DAN DEBIT SUSPENSI PUNCAK SPESIFIK PADA BERBAGAI TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI CILIWUNG KABUPATEN BOGOR

HANIF SYAPTIANTO, Dr. Hatma Suryatmojo S.Hut., M.Si.

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

DAS Ciliwung Hulu merupakan kawasan pelindung bagi Ibu Kota Negara Indonesia dengan kondisi kawasan DAS yang banyak terjadi perubahan penggunaan lahan. DAS Ciliwung Hulu memilki curah hujan tinggi yaitu mencapai 3000mm - 4500mm pertahun, sehingga mengakibatkan sedimentasi dan banjir di kawasan Ibu Kota Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan debit puncak spesifik dan debit suspensi puncak spesifik dimasingmasing penggunaan lahan pada DAS Ciliwung Hulu. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung debit aliran dan debit suspensi serta mengukur karakteristik hujan pada masing-masing catchment. Selanjutnya, debit puncak dan debit suspensi puncak pada berbagai tipe penggunaan lahan dihitung dengan menggunakan metode debit rasional dan melakukan perhitungan untuk mendapatkan debit puncak dan debit harian serta rata- rata debit puncak spesifik dan debit suspensi puncak spesifik dalam satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata debit puncak spesifik pada catchment hutan 0,0529m3/dt/Km2 , catchment pertanian 0,3756m3/dt/Km2, catchment pemukiman 0,2870m3/dt/Km2 dan catchment kebun teh 0,0411m3/dt/Km2. Rata- rata debit suspensi puncak spesifik catchment hutan 0,0560kg/dt/Km2, catchment pertanian 0,3385kg/dt/Km2, catchment pemukiman 0,9817kg/dt/Km2, dan catchment kebun teh 0,0277kg/dt/Km2. Debit puncak spesifik dan debit suspensi puncak spesifik pada tipe penggunaan lahan pemukiman dan pertanian lebih tinggi dari pada tipe penggunaan lahan hutan dan kebun teh karena vegetasi yang sedikit sehingga hujan yang jatuh mudah menjadi runoff dengan hasil yang menunjukan pertanian dan pemukiman memiliki nilai yang kurang baik sebaiknya dilakukan perbaikan terasiring pada lahan pertanian dan pembuatan sumur resapan pada pemukiman.

Ciliwung upstream watershed is a protective area for the capital city of Jakarta, Indonesia. Land use change has occurred rapidly. Upstream Ciliwung Watershed has high rainfall intensity that reaches 3000mm - 4500mm per year, potential in flooding and sedimentation to Jakarta area. The purpose of this research is to investigate the ratio of peak discharge specific and peak suspension discharge specific of each land use in Ciliwung upstream watershed. This research was conducted by measuring the flow discarge and suspension discharge on each catchment. Furthermore, peak discharge and peak suspension discharges in various types of land use were calculated using rational discharge methods and performing calculations to obtain peak discharge and daily discharge as well as average specific peak discharges and specific peak suspension discharges within one year. The results showed that the average specific peak discharge spec at forest catchment 0.0529m3/sec/km2, agricultural catchment 0.3756m3/sec/km2, settlement catchment 0,2870m3/sec/km2 and tea garden catchment 0,0411m3/sec/km2. Average specific peak suspension discharge of forest catchment 0.0560kg/sec/km2, agricultural catchment 0,3385kg/sec/km2, settlement catchment 0,9817kg/sec/Km2, and tea garden catchment 0,0277 kg/sec/km2. Specific peak discharges and specific peak suspension discharges in settlement and agricultural are higher than forests and tea garden, less vegetation cover accelerate the surface runoff with results indicating agriculture and settlement have a bad value should be done terraces improvement on agricultural catchment and making absorption wells in the settlement catchment.

Kata Kunci : debit puncak spesifik, debit suspensi puncak spesifik, debit rasional;land use, specific peak discarge, specific peak suspension discharge