Laporkan Masalah

PENGARUH TINGKAT NAUNGAN DAN DOSIS PUPUK N TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI KETEMUNAN (Gyrinops versteegi) UMUR 5 BULAN

ANANDYA SARVIYANA P, Dr. Ir. Eny Faridah, M.Sc; Dr. Ir. Handojo H.N, M.Agr.Sc

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke. yang mempunyai nama lokal ketemunan merupakan tanaman penghasil gaharu. Gaharu merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Saat ini ketemunan termasuk dalam spesies yang langka atau dalam status Appendix II. Pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Ketemunan membutuhkan naungan dalam pertumbuhannya, karena ketemunan memiliki sifat yang tidak tahan terhadap cahaya matahari langsung (semitoleran). Pupuk N diperlukan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dosis pupuk N dan naungan yang paling sesuai untuk pertumbuhan semai ketemunan, dan mengetahui pengaruh interaksi naungan dan dosis pupuk N terhadap pertumbuhan semai ketemunan. Penelitian dilakukan di Persemaian Laboratorium Silvikultur Intensif Fakultas Kehutanan UGM di Klebengan, selama 5 bulan terhitung dari Desember 2016 hingga April 2017. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Split-plot dengan perlakuan tingkat naungan (30% dan 70%) sebagai mainplot dan dosis pupuk N (0 g urea/polybag, 0,715 g urea/polybag, 1,43 g urea/polybag, 2,145 g urea/polybag) sebagai subplot. Materi tanaman yang digunakan berasal dari biji yang dikoleksi pada tegakan ketemunan di Mataram, Lombok, yang kemudian ditumbuhkan selama 5 bulan di persemaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk N berpengaruh signifikan terhadap persen hidup semai ketemunan. Perlakuan dosis pupuk 0,715 g urea/polybag efektif untuk persen hidup semai ketemunan dengan 100% semai hidup. Perlakuan naungan berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun dan berat kering semai. Naungan 30% secara signifikan memberikan hasil terbaik pada jumlah daun (15 helai) dan berat kering total semai (2,56 g). Interaksi antara naungan dan dosis pupuk N memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi dan kekokohan semai ketemunan. Pertumbuhan tinggi paling baik terdapat pada perlakuan tanpa pupuk (0 g urea/polybag) dan naungan 30% yaitu 21,31 cm. Selanjutnya, nilai kekokohan paling baik terdapat pada perlakuan tanpa pupuk (0 g urea/polybag) dan naungan 70% dengan nilai 5,77.

Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke. that has local name ketemunan produces agarwood, a non-timber forest product with high economic value. Nowadays, ketemunan is considered as endangered species and listed in the Appendix II. The growth of plants is influenced by environmental factors. Ketemunan needs shading for its growth due to semitolerant character. Fertilizer N is needed for vegetative growth of plants. This research aims to identify the most suitable N fertilizer dose and shade level for optimizing growth of ketemunan, and to examine the interaction effect of shading and N fertilizer dose on ketemunan growth. This research was conducted at Intensive Silviculture Laboratory, Faculty of Forestry, Gadjah Mada University in Klebengan for 5 months, since Desember 2016 until April 2017. Research design was using Split-plot Design with shading levels (30% and 70%) as mainplot and N fertilizer doses as subplot (0 g urea/polybag, 0,715 g urea/polybag, 1,43 g urea/polybag, 2,145 g urea/polybag). Plant material used in this research is seeds collected from ketemunan stand in Mataram, Lombok, and grown in a nursery for 5 months. The results show that N fertilizer in different doses gave significant effects on survival percentage. Dose of 0,715 g urea/polybag is effective for survival percentage of ketemunan seedlings as much as 100%. Shade level of 30% significantly gave the best result in seedling dry weight (2,56 g) and number of leaf increment (15 blades). Interaction between shade levels and N fertilizer doses gave significant impact on seedling height growth and robustness. N fertilizer dose of 0 g urea/polybag at 30% shade level gave the best height growth at 21,31 cm, while treatment of 0 g urea/polybag at 70 % shade level gave the highest robustness value at 5,77.

Kata Kunci : Pertumbuhan, Ketemunan, Naungan, Pupuk, Nitrogen; Growth, Ketemunan, Shading level, Fertilizer, Nitrogen

  1. S1-2017-349138-abstract.pdf