Laporkan Masalah

Visualisasi kartografis digital berdasarkan analisis kognitif visual

HANDOYO, Yulianus Sri, Promotor Prof.Dr. R. Sutanto

2002 | Disertasi | S3 Ilmu Geografi

Masalah pokok penelitian adalah ketidaksiapan sumberdaya manusia dalam menyertai kemajuan teknologi berkomputer yang pesat untuk melakukan desain dan visualisasi peta secara digital. Hal ini berakibat bahwa berdasarkan pengamatan di lapangan ternyata banyak dijumpai hasil visualisasi peta yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah pertama, mengetahui hubungan antara berpikir kognitif visual dengan desain dan visualisasi peta, dan kedua, menyusun model hubungan kognitif kartografis sebagai arahan desain dan visualisasi peta yang operasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner kartografis dengan pendekatan kognitif (kuesioner kognitif kartografis) disebar dan secara random mendapatkan 53 subjek responden pendesain peta dengan teknologi digital di Indonesia. Kuesioner ini merupakan komponen kognitif fundamental untuk menuntun cara berpikir subjek responden dan mengungkapkan alasan. Analisis dalam penelitian ini dilakukan secara statistikal dengan teknik korelasi berhipotesis atas data jawaban kuesioner tentang masalah-masalah kognitif visual dan kartografis. Slain itu, juga dilakukan uji analog atas sampel peta hasil visualisasi secara digital diikuti dengan perbaikan visualisasi tersebut berdasarkan arahan kognitif kartografis. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pertama, terdapat hubungan yang erat antara aspek psikologi kognitif dengan desain dan visualisasi peta. Hubungan tersebut terjadi antara cara berpikir tertentu secara kognitif kartografis, dengan pengambilan keputusan yang terarah untuk desain dan visualisasi peta. Uji hipotesis secara statistik dilakukan dengan teknik korelasi dan transformasi nilai Z serta penetapan nilai Ho: p = 0,250 dengan z p = 0,255, dan HA: p > 0,250. Transformasi nilai-nilai koefisien korelasi ( rs ) antar faktor 1 sampai dengan faktor 6 terhadap total jumlah keseluruhan faktor menjadi nilainilai Z berturut-turut adalah faktor I: 2250,201, faktor 2 Z=2,367, faktor 3: Z=O,340, faktor 4: 24,178, faktor 5: 24,064, dan faktor 6: Z=1,221. Penerimaan HO terjadi pada faktor 1 dan faktor 5. Penolakan HO terjadi pada faktor-faktor 2, 3, 4, dan 6. Kedua, model hubungan kognitif kartografis merupakan model panduan sintesis kognitif kartografis sebagai arahan desain dan visualisasi peta. Model panduan tersebut merupakan sebuah kontribusi baru dalam disiplin kartografi berupa ketentuan-ketentuan kognitif kartografis untuk membantu desain dan visualisasi peta dengan teknologi digital.

Kata Kunci : Geografi Fisik,Visualisasi Peta,Kognitif Visual


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.