Adaptasi Penduduk Lokal Terhadap Perubahan Fungsi Lahan Akibat Pembangunan Perumahan (Penelitian di Bojong Gede, Bogor)
RAMADHAN, Prof. Dr. Sunyoto Usman, MA
2017 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIPertambahan jumlah penduduk yang diikuti dengan meningkatnya permintaan atas tempat tinggal yang terjadi di Kota Jakarta telah mendorong terjadinya perkembangan pembangunan ke wilayah pinggiran kota (Botabek). Dalam pelaksanaannya, pembangunan tersebut telah melibatkan banyak lahan yang selama ini digunakan sebagai modal utama penduduk lokal dalam kegiatan mata pencahariannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi adaptasi penduduk lokal terhadap perubahan fungsi lahan akibat pembangunan perumahan di Desa Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan, antara lain wawancara mendalam, observasi, data sekunder, dan literatur. Wawancara mendalam dilakukan terhadap 9 (Sembilan) penduduk lokal Desa Bojong Gede dengan latar belakang mata pencaharian beragam. Sebagai penyeimbang dan penguat data, wawancara mendalam juga dilakukan terhadap 4 (empat) penduduk perumahan, kepala desa, serta peneliti dari NGO (Non-Governmental Organization) ECOSOC. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini setidaknya ada dua. Pertama, perubahan fungsi lahan yang terjadi telah meminggirkan dan mendesak penduduk lokal untuk mampu beradaptasi dengan melakukan tindakan sosial merubah pola mata pencaharian dari sektor yang mengandalkan produktifitas lahan sebagai modal utama, ke sektor yang lebih mengandalkan kapasitas pelakunya sebagai modal utama, khususnya di bidang perdagangan dan jasa. Kedua, perubahan fungsi lahan akibat pembangunan perumahan telah menghasilkan sebuah hubungan timbal balik antara penduduk lokal dan penduduk pendatang. Dari hubungan tersebut memunculkan sebuah keterlekatan, ketergantungan dan saling mempengaruhi masing-masing aktor yang terlibat.
Increasing residents followed by increasing housing demand which happened in Jakarta has encouraged development in satellite area (Botabek). The process of the development has involved many lands which from long ago are used as main capital of locals in their livelihood. This research aims to gain knowledge about local residents’ strategy in overcoming land conversion that was caused by housing development in Desa Bojong Gede, Kabupaten Bogor. The method that are used in this research is qualitative method and complemented by case study approach. There are several techniques on obtaining data, which are in-depth interview, observation, secondary data, also literature. In-depth interviews are done toward 9 (nine) local resident whom livelihood are in Desa Bojong Gede. Moreover, as a balancer and data enricher, in-depth interviews are also done toward 4 (four) housing resident, Chief of Desa Bojong Gede, and an NGO (Non-Governmental Organisation) ECOSOC researcher. The results obtained from this study there are at least two. First, land use change has marginalized and urged local people to be able to adapt by taking social action to change the livelihood pattern of sectors that rely on land productivity as the main capital to sectors that rely more on the capacity of the subject as the main capital, especially in the field of trade and services . Second, land-use change due to housing construction has resulted in a reciprocal relationship between local and immigrant populations. This reciprocal relationship brings up an embeddedness, dependence, and mutual influence among the actors involved.
Kata Kunci : adaptasi, penduduk lokal, perubahan fungsi lahan, tindakan sosial; adaptation, locals, land conversion, social action