Laporkan Masalah

ANALISIS KEBERLANGSUNGAN INDUSTRI TENUN DI DUSUN GAMPLONG DESA SUMBERRAHAYU KECAMATAN MOYUDAN KABUPATEN SLEMAN

ARUM SARI WIDIASTUTI, Dr. Sri Rahayu Budiani, M.Si

2017 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Industri tenun di Indonesia semakin banyak bermunculan. Menjamurnya industri tenun menyebabkan persaingan semakin ketat. Industri tenun di Dusun Gamplong telah berdiri sejak jaman penjajahan Belanda. Industri tenun di Dusun Gamplong saat ini semakin mengalami penurunan. Analisis keberlangsungan industri berusaha mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada industri tenun dan mencari strategi untuk meminimalisir permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlansungan industri tenun dan mengidentifikasi strategi untuk menjaga keberlangsungan industri tenun di Dusun Gamplong Kabupaten Sleman. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif. Analisis pada tujuan pertama menggunakan Crosstab. Analisis pada tujuan kedua menggunakan metode deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pengusaha industri tenun di Dusun Gamplong yang berjumlah 47 pengusaha. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur kepada pengusaha industri tenun. Selain itu juga dilakukan wawancara mendalam kepada key person untuk mengidentifikasi permasalahan industri tenun di Dusun Gamplong. Hasil penelitian menunjukkan industri tenun di Dusun Gamplong tidak berkembang. Sebanyak 4% industri mati, 60% industri bertahan stabil dan hanya sebesar 36% industri yang berkembang. Industri dengan kondisi mati dan stabil rata-rata adalah industri rumah. Sedangkan industri dengan kondisi berkembang rata-rata adalah industri kecil dan menengah. Hasil rumusan strategi pengembangan industri antara lain : (1) Strategi pengelolaan modal, (2) Strategi peningkatan modal, (3) Strategi pemasaran, dan (4) Strategi peningkatan kualitas hasil produksi.

Weaving industry in Indonesia is increasingly emerging and has led to increasing competition. The weaving industry in Dusun Gamplong has been established since the Dutch colonial era, but now it decreasing. The industry continuity analysis done to identify problems that occur in the weaving industry and find strategies to minimize the problem. This study aims to analyze the sustainability of the weaving industry and identify strategies for maintaining the sustainability of the weaving industry in Dusun Gamplong, Sleman Regency. This research is using descriptive quantitative. The analysis on the first goal using Crosstab while the analysis on the second objective using descriptive method. The population in this research is all entrepreneurs of weaving industry in Dusun Gamplong which amounted to 47 entrepreneurs. Data collection was conducted by structured interviews to the weaving industry entrepreneurs. There was also an in-depth interview to key person to identify the problems of weaving industry in Dusun Gamplong. The results showed that the weaving industry in Dusun Gamplong did not develop. 4% of industries die, 60% of industries are stable and only 36% of the industry is growing. The results of industrial development strategy formulation are: (1) capital management strategy, (2) capital improvement strategy, (3) marketing strategy, and (4) production quality improvement strategy.

Kata Kunci : keberlangsungan industri, industri tenun, Dusun Gamplong

  1. S1-2017-348607-abstract.pdf  
  2. S1-2017-348607-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-348607-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-348607-title.pdf