Laporkan Masalah

PENILAIAN RADIOLOGI DARI EFFLUENT PUSAT SAINS DAN TEKNOLOGI AKSELERATOR (PSTA) KE SISTEM BIOTA DENGAN ERICA TOOL

ADINDA TISHA DESVIANA, Ir. Gede Sutresna Wijaya, M.Eng;Ir. Anung Muharini, M.T

2017 | Skripsi | S1 TEKNIK NUKLIR

Salah satu konsekuensi dari beroperasinya Reaktor Kartini adalah adanya limbah dari aktivitas pada fasilitas tersebut. Limbah cair adalah salah satu dari beberapa limbah yang dihasilkan dari beroperasinya reaktor. Limbah cair pada saluran terpadu harus dikelola dengan baik karena meskipun sangat kecil dimungkinkan ada kontaminan baik itu zat kimia ataupun zat radioaktif. Zat radioaktif yang terlepas ke lingkungan melalui effluent ke badan air berpotensi bercampur dengan sumber air yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk irigasi dan perikanan, serta mencemari habitat bermacam-macam organisme. Pencegahan terhadap lepasan radionuklida dilakukan dengan cara mengambil sampel sebagai bentuk pemantauan lingkungan. Sampel yang diambil di antaranya adalah sampel air dan sedimen. Selain itu, dilakukan prediksi dosis serap yang diterima oleh biota non manusia dengan menggunakan perangkat lunak ERICA Tool. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodelkan apakah dosis yang diterima biota jika terdapat lepasan masih berada dalam batas yang diizinkan oleh BAPETEN sesuai dengan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 7 Tahun 2013. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa di sampel air terkandung radionuklida alami 212Pb, 214Pb, 228Ac, 212Bi, 214Bi, and 40K. Di dalam sampel sedimen terdapat kandungan radionuklida alami 212Pb, 214Pb, 228Ac, 212Bi, dan 214Bi. Sampel sedimen juga mengandung 137Cs dengan aktivitas jenis 1,01x10^-3 Bq/jam. Konsentrasi 137Cs yang terukur masih jauh di bawah batas yang diizinkan BAPETEN adalah sebesar 5,1x10^3 Bq/jam sehingga masih digolongkan aman untuk biota. Hasil perhitungan dosis menggunakan ERICA Tool menunjukkan bahwa dosis serap pada biota masih tergolong aman.

One of the consequences of the Kartini Reactor operation is the waste product. The liquid waste is one type of the several wastes from the reactor. The liquid waste in the integrated canal must be well managed because there is a probability of the emerging contaminant product, either as a chemical substance or radioactive substance regardless of the small amount. The radioactive substance released to the environment as the effluent flowing to the small river may be used as the water source by the people to irrigate and do fishery, and also as a habitat to various organisms. The prevention towards the radionuclides release is done by taking sample as the step of monitoring environment. The samples taken were water and sediment. Furthermore, the dose absorption received by non-human biota was predicted using ERICA Tool software. The purpose of predicting using ERICA Tool was to model the dose received by non-human biota is under the BAPETEN permissible limit value based on Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 7 Tahun 2013. The water samples contained natural radionuclides 212Pb, 214Pb, 228Ac, 212Bi, 214Bi, and 40K. The sediment samples contained natural radionuclides 212Pb, 214Pb, 228Ac, 212Bi, 214Bi, and 40K. The sedimen samples also contained 137Cs. The activity of 137Cs was 1.10x10^-3 Bq/hour. The activity of 137Cs measured was under the BAPETEN permissible limit value 5.1x10^3 Bq/hour so, it was considerably safe for non-human biota. The dose calculation result using ERICA Tool showed that the biota dose absorption is also considerably safe.

Kata Kunci : Effluent, ERICA Tool, dosis serap biota

  1. S1-2017-347978-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347978-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347978-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347978-title.pdf