Efisiensi pemasaran ikan laut segar di Kalimantan Selatan
MAHREDA, Emmy Sri, Promotor Prof.Dr.Ir. Sri Widodo, MSc
2002 | Disertasi | S3 Sosial Ekonomi Pertanian, Ilmu Pertanianbusuk), sedangkan lokasi nelayan pada umumnya tersebar di beberapa tempat yang saling berjauhan letaknya sehingga cenderung terjadi sistem saluran pemasaran yang panjang dan banyak lembaga pemasaran yang ikut terlibat di dalamnya. Hal ini menyebabkan tingginya biaya pemasaran dan bargaining position nelayan sangat lemah dalam menjual ikan hasil tangkapannya. Selain itu, juga terjadi perbedaan harga ikan laut segar yang tinggi antara harga di daerah nelayan dengan konsumen akhir (pasar) sehingga share nelayan rendah. Sebagian besar nelayan menjual ikan di tengah laut kepada para pedagang pengumpul, akibatnya dapat terjadi kolusi antarpedagang yang sangat merugikan pihak nelayan. Namun, selama ini nelayan lebih memilih kondisi yang demikian karena nelayan terikat modal (hutang) dengan pedagang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran ikan laut segar dan lembaga-lembaga pemasaran yang ikut berperan dalam mekanisme pasar, menganalisis perbedaan bagian harga yang diterima nelayan dari harga di tingkat konsumen pada saluran pemasaran yang berbeda, menganalisis bagian biaya dan bagian keuntungan lembagalembaga pemasaran, menganalisis perbedaan margin pemasaran ikan laut segar pada setiap lembaga dan saluran pemasaran, menganalisis faktor-faktor yang mempengaru hi margin pemasaran ikan laut - segar, menganalisis struktur, perilaku, dan penampilan pasar ikan laut segar di Kalimantan Selatan, dan menganalisis sistem transportasi ikan laut segar di Kalimantan Selatan untuk memperoleh sistem yang lebih efisien. Kegiatan penelitian dilakukan di daerah sentra produksi perikanan di Tanah laut dan Kotabaru dengan jumlah produksi tertinggi. Diambil sebanyak 150 sampel nelayan dan 150 sampel pedagang dari pedagang pengumpul sampai pedagang pengecer. Metode analisis yang digunakan $dalam penelitian ini analisis tabel, ekonometrik, dan linear programming transportafion. Analisis ekonometrik dilakukan dengan regresi linier berganda (multiple regression) yang diselesaikan dengan metode OLS (Ordinary Least Square) dan GLS (Generalized Least Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemasaran ikan laut segar di Kalimantan Selatan masih belum efisien, yang ditandai oleh banyaknya pola pemasaran yang terbentuk dan lembaga pemasaran yang terli bat, keuntungan yang sangat tinggi di pihak lernbaga pemasaran tertentu, yang posisinya lebih kuat dengan tingkat keuntungan dan biaya yang berbeda untuk setiap jenis ikan dan saluran pemasaran, pasar yang belum terintegrasi dengan struktur pasar oligopsoni, dan baiay transportasi yang masih belum efisien. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap margin pemasaran ikan laut segar di Kalimantan Selatan adalah volume pemasaran, saluran dan jenis ikan
Fresh marine fish is a perishable commodity, while the location of fishermen is usually scattered at several distant places, that there is a tendency of long marketing channel, and many marketing institutions involve in the distribution. It cause high marketing costs and poor bargaining position the fishermen in transaction. Meanwhile, there are great differences of fresh fish prices between the price at the fishermen area and the price at the consumers and cause the lower fishermen share. Most fishermen sell their fishes off-share to traders that possibly create collution among the traders which cause financial loss to fishermen. However, the fishermen tend to accept this condition because they were financially depend on the traders. The study aims to identify the market channel of fresh marine fish in the marketing institutions, to analyze the differences between fishermen price and consumer price in vanous marketing channel, to analyze the cost and the profit of the each marketing institution, to analyze the marketing margin of fresh marine fish on each institution of the marketing channel, to analyze the factors influencing the marketing margin, to analyze the transportation system the fresh marine fish to the more efficient system. This research was done in central area of fish production in Tanah Laut and Kotabaru representing the greatest production. It 150 samples were taken comprised fishermen and 150 samples of traders from essemblers,to retailers. The analytical method were uses table analysis, econometric and linear programming transportation. The econometric analysis is multiple regression with OLS (Ordinary Lebst Square) and GLS (Generalized Least Square) method. The results showed that the marketing system of fresh marine fish in South Kalimantan was not efficient yet, there were many marketing channels and institutions in this distribution activities, the profits were very great in some strongers marketing institutions and there were differences in costs for each kind of fish and marketing channels, the market was not well integrated yet with the olygopsony structure and the transportation costs were not optimum yet. The factors influencing to the marketing margin of fresh marine fish in South Kalimantan were marketing volume, marketing channel and the kind of fish
Kata Kunci : Ikan Laut Segar,Pemasaran,Ekonomi Pertanian