EVALUASI DAMPAK PROGRAM GRINDULU MAPAN DI KECAMATAN NGADIROJO DAN KECAMATAN PUNUNG KABUPATEN PACITAN
SENDY BASTIAN, Prof. Dr. Agus Pramusinto, M.Dev.Admin
2017 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Program Grindulu Mapan merupakan label program pengentasan kemiskinan di Kab. Pacitan, dibentuk karena ketidakmeratanya pendataan program perlindungan sosial (PPLS). Tercatat masih ada 6.936 rumah tangga sangat miskin yang belum terdaftar. Program ini dinilai cukup berhasil karena mampu menurunkan jumlah rumah tangga sangat miskin sebanyak 66% dalam satu periode. Hal inilah yang kemudian menarik untuk dilakukan studi evaluasi dampak, dengan melihat signifikansi Program Grindulu Mapan terhadap kesejahteraan rumah tangga sasaran. Skema penelitian yang digunakan adalah before-after comparison dengan mix method. Melibatkan 75 sampel rumah tangga yang tersebar di Kec. Punung dan Ngadirojo. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linear sederhana, uji t dan analisis kualitatif. Kesejahteraan dinilai sebagai muara dari setiap program pengentasan kemiskinan. Program pengentasan kemiskinan yang terorganisir dan berbentuk pemberdayaan masyarakat diyakini mampu sebagai penjembatan terwujudnya kesejahteraan, begitu juga halnya dengan Program Grindulu Mapan. Hasil analisis deskriptif menyebutkan, responden mempersepsikan Program Grindulu Mapan dinilai lebih baik dibanding program-program sebelumnya, dalam hal kesejahteraan responden mempersepsikan kondisi yang sama saja jika dibandingkan dengan sebelum mendapat Program Grindulu Mapan. Hasil ini didukung dengan analisis regresi linear sederhana dan uji t yang menyebutkan bahwa Program Grindulu Mapan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan dengan besar pengaruh adalah 11,9%. Artinya masih ada faktor lain selain Program Grindulu Mapan yang lebih berpengaruh terhadap kesejahteraan rumah tangga sasaran. Berdasarkan analisis kualitatif, yang patut diduga sebagai faktor lain adalah implementasi program dan karakteristik bantuan yang diminta. Solusi yang ditawarkan adalah penguatan kapasitas dinas-dinas terkait tidak hanya sebagai penyalur bantuan namun juga sebagai fasilitator pengentas kemiskinan dan adanya pembedaan karakter bantuan bagi keluarga produktif dan non-produktif. Terakhir adalah pemberlakuan system keluarga asuh bagi keluarga non-produktif.
Program Grindulu Mapan is a label of poverty alleviation program in Pacitan District, its formed because of the inequality of Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS). Recorded there was 6.936 very poor household that have not registered in PPLS. This program had considered quite success, because it reduced the number of very poor household by 66% in one period. Then, its interesting to conduct an impact evaluation study, by looking at the significance of Program Grindulu Mapan toward the welfare of the target household. The research scheme used is before-after comparison with mixed method. Involving 75 household samples spread on Punung and Ngadirojo subdistrict. The analysis technique used is descriptive, simple linear regression, t-test and qualitative analysis. Welfare is considered as estuary of any poverty alleviation program. Organized poverty alleviation program in the form of community empowerment are believed able to bridging the realization of welfare, as well as Program Grindulu Mapan. Descriptive analysis result show that respondents perceive Program Grindulu Mapan is better than previous programs, in term of welfare respondents perceive the same condition if it is compared before received Program Grindulu Mapan. This result is supported by simple linear regression and t-test result that Program Grindulu Mapan has significant effect on welfare with influence is 11,9%. It means there are the other factor besides Program Grindulu Mapan which have more influence to welfare. Based on qualitatitve analysis, there are two factors which should be suspected, implementation of the program and characteristic of the requested by household. This thesis offer three solitions, first is strengthening capacity of agencies, not only as a supplier, but also as a poverty eradication facilitator. Second is make a distinction of aid character. Capital intensive for prroduvtive household and not capital-intenseive fot non-productive household. Third is enacting foster family system for non-productive household.
Kata Kunci : Dampak, Evaluasi, Program Pengentasan Kemiskinan