Gangguan toleransi glukosa pada usia lanjut laki-laki :: Kajian pengaruh pembebanan glukosa terhadap sekresi insulin dan peran insulin dalam ambilan glukosa oleh sel jaringan sasaran (In vivo)
ROCHMAH, Wasilah, Promotor Prof.Dr.dr. Siti Dawiesah Ismadi, MSc
2002 | Disertasi | S3 Ilmu-Ilmu KesehatanDalam dua dekade terakhir ini, jumlah usia lanjut di seantero dunia tampak makin meningkat, terutama di negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh naiknya umur harapan hidup sebagai dampak kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Naiknya umur harapan hidup dalam hubungannya dengan bidang kesehatan, akan menimbulkan persoalan-persoalan baru yang menyertai pertambahan umur tersebut. Umur merupakan faktor penting terjadinya gangguan toleransi glukosa. Beberapa peneliti mendapatkan lebih dari 90% usia lanjut mengalami gangguan toleransi glukosa. Sementara ahli menduga bahwa gangguan toleransi glukosa pada usia lanjut disebabkan oleh turunnya sekresi insulin akibat perubahan histologis kelenjar pankreas yang diketemukan pada otopsi mereka yang meninggal dunia pada usia lanjut. Ahli-ahli lainnya mendapatkan adanya kadar insulin plasma yang tinggi pada usia lanjut dengan disertai kadar glukosa darah yang tinggi pula. Dua pendapat tersebut menimbulkan kontroversi. Apakah gangguan toleransi glukosa yang terjadi pada usia lanjut disebabkan oleh rendahnya sekresi insulin, atau adanya resistensi insulin, atau karena inefisiensi kerja insulin. Hal-hal tersebut akan menyebabkan turunnya kecepatan dan kemampuan ambilan glukosa oleh sel jaringan sasaran pada usia lanjut. Dilakukan tes toleransi glukosa terhadap 18 orang laki-laki anggota Perkumpulan Wredatama Republik Indonesia usia lanjut sehat, umur 65-74 tahun dengan berat badan normal tanpa riwayat keluarga diabetes melitus, dan pada pemeriksaan laboratorium dinyatakan fungsi hati dan kadar glukosa darah puasa dalam keadaan normal dan menandatangani informed consent. Sebelum pembebanan glukosa dan pada menit ke 30, 60, 120 setelah pembebanan glukosa diambil darah vena untuk pemeriksaan kadar glukosa darah dengan metoda kolorimetri ensimatik dan kadar insulin serta peptida-C plasma dengan metoda radioimmunoassay. Pada menit ke 120 hasil yang didapatkan adalah: kadar glukosa darah rerata 141,50 15 61,09 mg/dl, berbeda bermakna (p<0,05) dengan kadar glukosa darah rerata sebelum pembebanan glukosa (94,78i 13,37 mg/dl). Kadar insulin plasma rerata pada menit ke-30, menit ke-60, dan menit ke-120 setelah pembebanan glukosa berturut-turut 50,0632895 mU/ml, 80,72342,10 mU/ml, dan 71,SOj-_46,38 mU/ml. Nilai-nilai kadar insulin plasma rerata tersebut berbeda sangat bermakna (p<0,0ol) dengan nilai kadar insulin plasma sebelum pembebanan glukosa (82133189 mU/ml). Demikian pula, kadar peptida-C plasma rerata setelah pembebanan glukosa pada menit ke-30 (7,1212,43 ng/dl), menit ke-60 (ll,24i3,76 ng/dl), dan menit ke-120 (l2,00_-t4,07 ng/dl). Semua nilai tersebut berbeda sangat bermakna (p<0,001) dengan nilai kadar peptida-C sebelum pembebanan glukosa (2,38il,04 ng/dl). Dari hasil studi pemberian beban glukosa menimbulkan kesan adanya inefisiensi kerja insulin Atas dasar kriteria diagnostik, 3 subjek termasuk menderita diabetes melitus, 3 subjek terjadi gangguan toleransi glukosa dan 12 subjek sisanya masih termasuk normal walaupun kadar glukosa rerata pada menit ke 120 masih labih tinggi dari kadar rerata 12 subjek tersebut pada saat puasa. Apabila dilihat hasil kadar insulin plasma, kelompok subjek dengan gangguan toleransi glukosa menunjukkan kadar tertinggi (l44,01-_48,44 mU/ml), kemudian disusul kelompok subjek dengan kriteria diabetes melitus (73,33+_37,07 mU/ml), dan kadar insulin plasma terendah terdapat pada kelompok subjek normal (5108132856 mU/ml). Hal ini memberikan kesan adanya penurunan sekresi insulin pada subjek diabetes melitus, yang mungkin disebabkan oleh tekanan hiperinsulinemia terhadap sekresi insulin oleh sel B pankreas. Pada menit ke 180 dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah saja,,,
Available in Fulltext
Kata Kunci : Glukosa Darah,Usia Lanjut,Sekresi Insulin