Laporkan Masalah

Hubungan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan di Wilayah Puskesmas Wonosari II

AGITA KUSUMA WARDANI, Kusminatun, Amd.Keb., S.Pd., M.Sc; Sumarah, S.SiT., M.PH; Drs. Zulaela, Dipl.Med.Stats., M.Si

2017 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SV

Latar Belakang : Stunting atau pendek merupakan salah satu masalah kesehatan gizi balita yang utama di Indonesia. Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan linier dengan defisit panjang badan menurut umur < -2 Z-skor berdasarkan baku rujukan pertumbuhan World Health Organization. Banyaknya anak yang mengalami stunting menjadi masalah yang serius karena dikaitkan dengan kualitas sumber daya manusia dan memberikan indikasi bahwa terdapat masalah yang berlangsung cukup lama. Stunting dipengaruhi banyak faktor diantaranya pemberian ASI eksklusif. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Wonosari II Gunungkidul. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional-analitik dengan rancangan case control study, teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Populasinya adalah seluruh anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Wonosari II. Subyek penelitian adalah seluruh anak usia 6-24 bulan yang tercatat pada register balita Puskesmas Wonosari II dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel 50 kasus dan 50 kontrol. Analisa data secara univariabel, bivariabel menggunakan Chi-square, dan multivariabel menggunakan uji regresi logistik. Hasil : Penelitian ini menunjukkan sebanyak 51% anak mendapatkan ASI eksklusif dan 49% tidak mendapat ASI eksklusif. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna antara ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p=0,012; OR=2,92; CI=1,24-6,86) sehingga dapat dikatakan anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko 2,9 kali mengalami stunting dibandingkan anak yang mendapatkan ASI eksklusif. Kesimpulan: Risiko kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan akan meningkat pada anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif.

Background: Stunting or short is one of the major health problems of children under five in Indonesia. Stunting is a failure of linear growth with a body-length deficit by age <-2 Z-score based on the World Health Organization's growth reference standard. Stunting children becomes a serious problem because it is associated with the quality of human resources and gives an indication that there is a problem that lasts long enough. Stunting is influenced by many factors including exclusive breastfeeding. Objective: Analyze exclusive breastfeeding and stunting incidence in children aged 6-24 months in the Puskesmas Wonosari II. Methods: This research is an observational-analytic study with case control study design, sampling technique using simple random sampling method. The population is all children aged 6-24 months in the Puskesmas Wonosari II. Subjects of the study were all children aged 6-24 months recorded in the toddler register of Puskesmas Wonosari II by fulfilling the inclusion and exclusion criteria. Number of samples 50 cases and 50 controls. Univariable data analysis, bivariable using Chi-square, and multivarate using logistic regression. Result: This research shows that 51% of children get exclusive breastfeeding and 49% are excluded from exclusive breastfeeding. Bivariate analysis showed a significant relationship between exclusive breastfeeding and stunting incidence (p = 0.012; OR = 2.92; CI=1,24-6,86) so that it can be said that children who did not receive exclusive breastfeeding had 2.9 times more stunting than exclusively breastfed children. Conclusion: The risk of stunting in children aged 6-24 months will increase in children who are not exclusively breastfed.

Kata Kunci : stunting, ASI eksklusif, anak 6-24 bulan, pertumbuhan, exclusive breastfeeding, children 6-24 months, growth

  1. D4-2017-351668-abstract.pdf  
  2. D4-2017-351668-bibliography.pdf  
  3. D4-2017-351668-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2017-351668-title.pdf