KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN FOTOPERIODISME PADI LOKAL (Oryza sativa L.) INDONESIA
MIRZA BINTANG AHIMSA, Dr. agr. Panjisakti Basunanda, S.P., M.P.; Ir. Supriyanta, M.P.
2017 | Skripsi | S1 PEMULIAAN TANAMANPenelitian berjudul Karakterisasi Morfologi dan Fotoperiodisme Padi Lokal (oryza sativa L.) Indonesia yang dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai September 2016 di Kebun Tri-Dharma, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada yang berlokasi di Desa Bantengan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, menggunakan 11 kultivar padi lokal yang merupakan koleksi Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UGM. Penanaman dilakukan dalam kondisi lingkungan yang seragam dengan menggunakan rumah plastik seluas 5 x 5m. Setiap kultivar ditanam dalam ember, setiap ember berisi satu tanaman. Data penelitian dianalisis mengikuti kaidah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan data kultivar dan tanggal tanam sebagai faktor. Hasil pengukuran panjang daun kultivar yang termasuk golongan daun panjang adalah 'Hitam Pangentan', 'Temen Ireng', dan 'Saka', kultivar yang termasuk golongan daun sedang adalah 'Bulu', 'Toraja', dan 'Cempo Ireng', kultivar yang termasuk golongan daun pendek adalah 'Menthik Wangi', 'Ciherang', 'Cukah, dan 'Andelrojo', dan varietas yang termasuk golongan sagat pendek adalah 'Nipponbare'. Pengukuran tinggi tanaman menunjukan padi yang memiliki tinggi tanaman terpendek yaitu 'Nipponbare', sedangkan yang tertinggi yaitu 'Temen Ireng' dan padi yang memiliki ketegaran batang yang lemah seperti 'Bulu', 'Toraja', 'Hitam Pangentan', 'Temen Ireng', 'Saka'. Kultivar 'Ciherang' dan Kultivar 'Menthik Wangi'. Fotoperiode merupakan rasio relatif antara panjang waktu penyinaran matahari pada siang dengan malam hari. Hasil penelitian terhadap fotoperiodik menunjukan kultivar yang tidak sensitif terhadap cahaya yaitu 'Nipponbare', 'Menthik Wangi' dan 'Cempo Ireng', sedangkan varietas padi yang sensitif terhadap cahaya yaitu 'Saka', 'Cukah', 'Andelrojo', 'Hitam Pangentan', 'Ireng temen', 'Toraja', 'Ciherang', dan 'Bulu'.
Research entitled Characterisation of Morphology and Photoperidsm of Indonesian Local Rice (Oryza sativa L.) was conducted in December 2015 to September 2016 in Tri-Dharma experimental field, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University which located at Bantengan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. The research was conducted using 11 local rice cultivars, collection of Departement of Agronomy, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University. Cultivation process was done under uniform environmental conditions using a 5 x 5m plastic house. Each cultivar was planted in a pot, one plant/pot. Data gained from this research were analyzed following CRD (Completly Randomized Design) with data of cultivars as the first factor and planting date as the second factors. The leaf length measurement results of cultivar included in long leaf category are 'Hitam Pagentan', 'Temen Ireng', and 'Saka', cultivar included in the moderate leaf category are 'Bulu', 'Toraja', and 'Cempo Ireng', cultivar included in short leaf category are 'Menthik Wangi', 'Ciherang', 'Cukah', and 'Andelrojo', cultivar included in the very short leaf category is 'Nipponbare'. Plant height measurement showed the shortest cultivar is 'Nipponbare', and the tallest rice plant is 'Temen Ireng' and rice cultivar with low rigidity are 'Bulu', 'Toraja', 'Hitam Pagentan', 'Temen Ireng', and 'Saka', 'Ciherang', and 'Menthik Wangi'. Photoperiod is the relative ratio between the length of sunlight exposure in the afternoon and in the night. Results from this research shows that cultivar which is not sensitive to day light are 'Nipponbare', 'Menthik Wangi', and 'CempoIreng'. Cultivar that sensitive to day light are 'Saka', 'Andelrojo', 'Hitam Pagentan', 'Ireng Temen', 'Toraja', 'Ciherang', and 'Bulu'.
Kata Kunci : padi, kultivar lokal, panjang daun, tinggi tanaman, morfologi, fotoperiodik