Laporkan Masalah

Kajian Ketersediaan Airtanah Bebas untuk Kebutuhan Domestik di Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali

ANI KHAIRUNNIKMAH, Prof. Dr. Ig. L. Setyawan Purnama, M.Si.

2017 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Adanya pembangunan kompleks perkantoran dan alun-alun di Desa Kemiri Kecamatan Mojosongo menyebabkan perkembangan wilayah menjadi lebih pesat. Perkembangan wilayah memberikan dampak pada meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan domestik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ketersediaan airtanah bebas di Kec. Mojosongo, menganalisis perbandingan ketersediaan airtanah dan kebutuhan domestik, menganalisis proyeksi kebutuhan domestik dibandingkan ketersediaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Proses pengambilan sampel menggunakan teknik quota (quota sampling) melalui wawancara dan pengukuran. Hasil pengambilan sampel diperoleh kebutuhan air domestik dan fluktuasi airtanah. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan memperhatikan aspek keruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan airtanah yang ada di Kecamatan Mojosongo pada tahun 2017 yaitu 561.026.892,51 m3/Tahun. Kebutuhan domestik di Kecamatan Mojosongo pada tahun 2017 adalah 3.805.576,73 m3/Tahun. Ketersediaan airtanah dan hasil aman memiliki jumlah yang lebih besar daripada kebutuhan domestik. Imbangan airtanah menunjukkan nilai surplus. Ketersediaan airtanah di Kecamatan Mojosongo masih mampu mencukupi kebutuhan domestik hingga tahun 2060. Perhitungan proyeksi kebutuhan domestik menunjukkan nilai yang surplus hingga tahun 2060.

The construction of office complex and square in Kemiri village of Mojosongo sub-district caused the development of the area to become more rapid. The development of the region has an impact on the increasing number of people and domestic needs. The objectives of this research are to know the availability of free groundwater in Mojosongo sub district, to analyze the comparison of groundwater availability and domestic needs, to analyze the projection of domestic needs compared to availability. The method used in this research is quantitative method. The sampling process uses quota technique through interview and measurement. The sampling result obtained the need for domestic water and groundwater fluctuations. Data analysis technique is done descriptively by taking into account spatial aspect. The results showed that the availability of groundwater in Mojosongo sub district in 2017 was 561,026,892.51 m3 / year. Domestic needs in Mojosongo sub district in 2017 is 3,805,576.73 m3 / year. The availability of groundwater and safe yields has an amount greater than domestic needs. Groundwater balance shows surplus value. Groundwater avalibility still capable for domestic needs in 2060. Projection of domestic needs shows surplus value until 2060.

Kata Kunci : Ketersediaan airtanah, kebutuhan domestik, perkembangan wilayah, hasil aman, proyeksi kebutuhan domestik. / Groundwater availability, domestic needs, regional development, safe yields, projection of domestic needs.

  1. S1-2017-347468-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347468-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347468-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347468-title.pdf