Mitigasi Risiko dan Analisis Struktur Biaya Logistik pada Rantai Pasok Bunga Krisan (Chrysanthemum)
AULIYAUR ROHMAN, Dr. Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE. ; Dr. Atris Suyantohadi, STP., MT.
2017 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANKrisan (Chrysanthemum) merupakan salah satu jenis tanaman hias bunga yang sangat populer dan memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi di Indonesia. Pemanfaatan bunga krisan sebagai tanaman hias saat ini sudah menjadi tren atau gaya hidup di masyarakat. Bunga krisan yang termasuk dalam tanaman hortikultura jenis florikultura merupakan produk yang bersifat perisabel atau mudah rusak. Sifat perisabel pada bunga krisan menjadikan kondisi lingkungan dan penanganan sepanjang jalur rantai pasok bunga krisan sangat mempengaruhi kualitas bunga krisan. Penelitian ini berfokus pada analisis dan mitigasi risiko serta biaya logistik pada rantai pasok bunga krisan dengan hulu rantai pasok adalah petani krisan yang berada di kecamatan Bandungan dan hilir rantai pasok adalah florist di daerah KotaBaru Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan dengan convenience sampling melalui indepth interview kepada pelaku supply chain. Metode analisis risiko menggunakan standar ISO 31000:2009 dan analisis struktur biaya logistik menggunakan Activity-Based Costing. Hasil penelitian menujukkan bahwa pada tingkat petani terdapat 1 aktivitas dalam kategori avoid risk dan 3 aktivitas dalam kategori transfer risk, pada tingkat supplier dan florist masing-masing terdapat 1 aktivitas dalam kategori transfer risk. Sedangkan pada tingkat pedagang pasar tidak ditemukan aktivitas yang masuk dalam kategori transfer risk ataupun avoid risk. Mitigasi risiko yang menjadi prioritas berada pada tingkat petani. Mitigasi dilakukan melalui penggunaan bibit bunga krisan yang unggul, pengontrolan pertumbuhan secara intensif, pemupukan dan pemberian ZPT sesuai masa tumbuh. Analisis struktur biaya logistik menunjukkan biaya yang dominan terdapat pada aktivitas penanganan bahan sebesar 62,67%; transportasi sebesar 15,73% dan pengadaan sebesar 8,69%. Rekomendasi yang diberikan untuk tetap menjaga bunga krisan dalam kualitas baik sepanjang rantai pasok adalah dengan melakukan integrasi antar tingkat terutama pada aktivitas penanganan bahan dengan menerapkan Good Handling Practice.
Chrysanth (Chrysanthemum) is a type of ornamental flowers that is very popular and has a relatively high economic value in Indonesia. Utilization of chrysanthemum flowers as an ornamental plant is a trend or lifestyle in Indonesia society. Chrysanthemum flowers that included in horticultural plant of floriculture species are perishable or easily damaged. The perishable of chrysanthemum flowers make environmental conditions and handling along the chains of chrysanthemum supply chain greatly affect the quality of chrysanthemum flowers. This research focuses on risk analysis and mitigation and also the cost structure of logistics in chrysanthemum supply chain, with the upstream supply chain is chrysanthemum farmers located in Bandungan and the downstream supply chain is florist in Kotabaru Yogyakarta. This research was conducted by convenience sampling method and in-depth interview to the respondents throughout the supply chain. Risk analysis method using the ISO 31000:2009 standard and logistics cost structure analysis using Activity-Based Costing. The results showed that in farmers level there is 1 activity in the avoid risk category and 3 activities in the transfer risk category, in the suppliers and florist level, each of them there is 1 activity in the transfer risk category. While in the market traders level there is no activities that fall into transfer risk or avoid risk category. Priority risk mitigation is at the farmers level. Risk mitigation at the farmers level is proposed through the use of good chrysanthemum seed, intensive growth control, fertilization and the provision of ZPT as it grows. Analysis of logistics cost structure shows that the dominant logistics cost is identified in the material handling, transportation and procurement activities that contribute to 62.67%, 15.73% and 8.69% of the total logistics cost. The recommendation given to keep chrysanthemum in good quality throughout the supply chain is to integrate inter-level especially on material handling activities by applying Good Handling Practice.
Kata Kunci : Bunga krisan, rantai pasok, manajemen risiko, biaya logistik