PENGARUH KOMITMEN PROFESIONAL, SOSIALISASI ANTISIPATIF, DAN MATERIALITAS TERHADAP KECENDERUNGAN MAHASISWA AKUNTANSI MELAKUKAN WHISTLEBLOWING
LUPITA NUR PUTRI AGUSTINA, Zuni Barokah, S.E., M.Comm., Ph.D., CA.
2017 | Skripsi | S1 AKUNTANSIPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh komitmen profesional, sosialisasi antisipatif dan materialitas terhadap kecenderungan mahasiswa akuntansi melakukan whistleblowing. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan 79 responden dari S1 Akuntansi FEB UGM dan 48 responden dari S1 Akuntansi STIE YKPN Yogyakarta yang sudah/sedang mengambil mata kuliah Etika Bisnis dan/atau Pengauditan 1 dan/atau 2. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi linear berganda dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen profesional dan materialitas berpengaruh positif terhadap cenderung mahasiswa akuntansi melakukan whistleblowing terhadap kasus yang terjadi di lingkungannya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sosialisasi antisipatif berpengaruh negatif terhadap kecenderungan mahasiswa akuntansi melakukan whistleblowing. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa Akuntansi FEB UGM dan STIE YKPN Yogyakarta memiliki perbedaan yang signifikan pada komitmen profesional dan sosialisasi antisipatif serta tidak memiliki perbedaan yang signifikan pada materialitas.
This research is aimed to identify the impact of professional commitment, anticipatory socialization and materiality to accounting student's whistleblowing intention to do whistleblowing. The sampling method that used in this research is purposive sampling which consists of 79 students from Undergraduate Accounting of FEB UGM and 48 students from Undergraduate Accounting of STIE YKPN Yogyakarta who have taken business ethics course and/or auditing 1 and/or 2. The analysis data used linear double regression test and independen sample t-test. The results of this research indicate that professional commitment and materiality positively influenced accounting students to do whistleblowing. The result also indicate that anticipatory socialization negatively influenced accounting students to do whistleblowing. Furthermore, this research also indicates that Accounting students of FEB UGM and STIE YKPN have significant differences in professional commitment and anticipatory socialization but have not significant differences in materiality.
Kata Kunci : komitmen profesional, sosialisasi antisipatif, materialitas, whistleblowing, mahasiswa akuntansi, etika bisnis, audit / professional commitment, anticipatory socialization, materiality, whistleblowing, accounting student, business ethic, auditing