Laporkan Masalah

Humor Dalam Cerkak "Trem" Karya Suparto Brata

PRADNA AINUNDHIYAA, Dr. Wisma Nugraha C. R., M.Hum.

2017 | Skripsi | S1 SASTRA NUSANTARA

"Trem" adalah salah satu judul cerkak yang dimuat dalam Trem: Antologi Crita Cekak karya Suparto Brata. "Trem" dijadikan objek skripsi karena memiliki humor dalam cerita yang sederhana. Meski sederhana, pada saat pengerjaannya terdapat hambatan untuk mengungkapkan bagaimana humor dapat terjadi. Pengarang menggunakan unsur-unsur karya sastra secara cermat, sehingga beliau mampu menyajikan humor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana humor dapat dibangun dalam sebuah karya sastra dengan kapasitas yang terbatas. Humor yang terkandung dalam cerkak "Trem" diklasifikasikan menggunakan sudut pandang Robert Stanton yakni teori strukturalisme. Fakta cerita dan sarana cerita dianalisis untuk mengetahui peran humor yang terkandung dalam "Trem" dan bagaimana humor mengisi alur cerita. Humor yang terkandung dalam penokohan, alur, sudut pandang dan gaya bahasa dianalisis menggunakan metode ungkap dan urai. Hasil penelitian menunjukkan kreativitas Suparto Brata dalam penggunaan unsur-unsur karya sastra tercermin pada cerkak "Trem". Alur, penokohan dan gaya bahasa merupakan tiga kunci utama bagi Suparto Brata untuk menyampaikan humor dan menghibur para pembacanya. Kelogisan alur yang disajikan menyebabkan setiap peristiwa dapat menimbulkan humor. Peristiwa tersebut terjadi akibat relasi antartokoh. Setiap Dulmawi (tokoh utama) bertemu dengan tokoh tambahan, pengarang menyajikan peristiwa baru. Maka dari itu, penokohan dan alur berjalan berdampingan serta memiliki hukum sebab akibat. Tidak hanya itu, humor dalam sebuah cerita tidak lepas dari narasi dan dialog antartokoh yang dibangun dengan gaya bahasa yang ditulis pengarang. Dalam cerkak "Trem", Suparto Brata menggunakan basa Suroboyoan yang lugas sehingga pembaca mudah mengerti.

"Trem" is one of the short stories (cerkak) in Trem: Antologi Crita Cekak by Suparto Brata. "Trem" is used as a undergraduate thesis object because it includes humor inside the simple story. Although it is simple, there were obstacles faced to reveal how humor could develop at the time of writing process. The author used the elements of literature carefully thus he could provide humor. This research aims to see how humor can be built in literature with a limited capacity. Cerkak "Trem" contains humor which is classified by using Robert Stanton's point of view which is the structuralism theory. The facts of the story and story device were analyzed to determine the role of humor in "Trem", and how humor filled the plot. Humors involved in the characters, plot, point of view, style, and tone were analyzed by using revealed and explained methods. The result shows that Suparto Brata's creativity using the elements of literature is reflected in cerkak "Trem". Suparto Brata's three major keys which are plot, characters, style and tone, are the particular points to aim for humor and entertain the readers. The logic plot he made can create humorous event. The author presents new events when Dulmawi (the main character) meets the additional characters. Therefore, the characters and plot walk side by side along having a causal context. Not only that, the humor cannot be separated from the style that the author use, tone in narration, and dialogue between characters which are built. Suparto Brata uses a straightforward basa Suroboyoan in cerkak "Trem" so readers could easily understand.

Kata Kunci : cerkak, humor, Robert Stanton, Suparto Brata, strukturalisme

  1. S1-2017-352870-abstract.pdf  
  2. S1-2017-352870-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-352870-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-352870-title.pdf