DAYA DUKUNG FISIK DAN DAYA DUKUNG RIIL DI OBYEK WISATA ALAM HUTAN PINUSSARI MANGUNAN, KABUPATEN BANTUL
DESTI BUDI PRATIWI, Ir. Retno Nur Utami, M.P.
2017 | Skripsi | S1 KEHUTANANObyek Wisata Alam Hutan Pinussari Mangunan merupakan bagian dari wilayah teritori Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan, Bagian Daerah Hutan (BDH) Kulonprogo-Bantul, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Yogyakarta. Jumlah pengunjung di obyek wisata ini dari tahun ke tahun semakin meningkat. Jumlah pengunjung yang semakin meningkat akan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi obyek wisata. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai daya dukung fisik dan daya dukung riil dari Obyek Wisata Alam Hutan Pinussari Mangunan, sebagai salah satu upaya penting untuk mencegah timbulnya dampak negatif dimaksud. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Mei 2017 di Obyek Wisata Alam Hutan Pinussari Mangunan. Metode pengambilan data ini meliputi : pengukuran langsung di lapangan atas luas area efektif dan kelerengan (1); pembagian kuesioner pada pengunjung dengan teknik random sampling (2); pengumpulan data dari dinas atau instansi terkait (3). Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus daya dukung yang dikembangkan oleh Cifuentes (1992). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa daya dukung fisik Obyek Wisata Alam Hutan Pinussari Mangunan sebesar 30.306,99 pengunjung/hari dan daya dukung riil sebesar 4.862,719 pengunjung/hari. Daya dukung fisik adalah jumlah maksimal wisatawan yang secara fisik tercukupi oleh ruang yang disediakan pada waktu tertentu. Daya dukung riil adalah jumlah wisatawan maksimum yang diperkenankan berkunjung ke obyek dengan faktor koreksi yang diambil dari karakteristik obyek. Jumlah pengunjung pada hari biasa, weekend, longweekend, maupun hari libur nasional belum melebihi daya dukung fisik, sedangkan jumlah pengunjung pada hari longweekend dan hari libur nasional sudah melampaui daya dukung riil
Mangunan Pinussari Forest is a nature tourist object which located at the territory of Mangunan Forest Management Resort, Forest Area Section of Kulonprogo-Bantul, Forest Management Unity of Yogyakarta. From time to time, the number of visitors who come to this tourist object is increasing. The increasing number of visitors can lead to the negative impacts on the tourist object. Therefore, this research aimed to find out the physical carrying capacity and the real carrying capacity of the Nature Tourist Object in Mangunan Pinussari Forest as an essential effort to prevent the negative impact mentioned previously. This research was conducted in March-May 2017 at Nature Tourist Object in Mangunan Pinussari Forest. The methods used in this research included : direct measurement in the field of effective area and slopes (1); distribution of questionnaires to visitors with random sampling technique (2); data collection from the relevant agencies (3). The data collected was then processed and analyzed descriptively and quantitatively using the formula of carrying capacity developed by Cifuentes in 1992. The research results showed that the physical carrying capacity of Nature Tourist Object in Mangunan Pinussari Forest was 30.306,99 visitors/day and its real carrying capacity was 4.862,719 visitors/day. Physical carrying capacity is the maximum number of visitors who are physically satisfied by the space provided at certain times. The real carrying capacity is the maximum amount of visitors allowed to visit the tourist object with some correction factor taken from the characteristics of the object. Total visitors in weekdays, weekends, long weekend, and national holidays had not exceeded the physical carrying capacity, while the number of visitors in long weekend and national holidays had exceeded the real carrying capacity.
Kata Kunci : daya dukung fisik, daya dukung riil, Obyek Wisata Alam Hutan Pinussari Mangunan;physical carrying capacity, real carrying capacity, Nature Tourist Object in Mangunan Pinussari Forest