KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PROGRAM HIBURAN (Analisis Wacana Kritis Konstruksi Kebijakan Publik di Indonesia dalam Komedi Satire Republik Sentilan Sentilun Periode Maret-Juni 2016)
PASTIKA SETYORINI, Kuskridho Ambardi, Dr., M.A.
2017 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIMedia menempati posisi yang signifikan dalam sebuah negara, yang bahkan mampu mengubah keadaan negara melalui informasi yang disampaikan. Media mampu merubah cara pandang, keyakinan, bahkan idealisme khalayak terhadap sesuatu. Posisi media yang signifikan ini dapat dimanfaatkan sekelompok untuk memenuhi kepentingannya, seperti kepentingan ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Idealnya, sebagai pembawa informasi, media harus dapat bersikap netral dan tidak berusaha untuk kepentingan manapun. Banyak pihak luar yang memberikan label kepada Metro TV sebagai media partisan, atau juga dikenal sebagai media yang dekat dengan pemerintah. Label tersebut tidak terlepas dari konten media yang disiarkan dalam Metro TV, termasuk dalam membahas wacana kebijakan publik yang dianggap cenderung condong terhadap pihak tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Metro TV menyajikan kebijakan publik dalam komedi satire Republik Sentilan Sentilun. Selain itu juga untuk mengatahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi produksi konten dalam Republik Sentilan Sentilun. Metode penelitian yang akan digunakan adalah analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Norman Fairclough. Objek penelitian adalah empat hasil transkrip tayangan Republik Sentilan Sentilun periode Maret-Juni 2016, yang membahas mengenai wacana kebijakan publik. Fokus utama dari penelitian ini adalah penggunaan teks yang dapat memberikan gambaran secara utuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Metro TV selalu berusaha memenuhi kepentingan politik. Meskipun terkadang kontra, tetap terdapat upaya positif yang dilakukan tim produksi Republik Sentilan Sentilun dalam menilai setiap persoalan kebijakan publik yang dibahas.
Media occupies a significant position in a state, which is even able to change situation of any states through the information delivered. Media can change viewpoint of audiences, belief, even the idealism toward something. This significant media position can be exploited by a group to fulfill its interests, such as economic, political, social, and cultural. Ideally, as a information carrier, media must be able to be neutral and not affected by any other interests. Many outside parties are labelling Metro TV as a partisan media, or media which is close to government. Those labels is inseparable from media content that are broadcasted, including in discussing the discourse of public policy considered incline towards certain parties. This research aims to find out how Metro TV presents public policy in satirical comedy, Republik Sentilan Sentilun. In addition, to find out what factors affect the content production in Republik Sentilan Sentilun. The research method will be used is critical discourse analysis developed by Norman Fairclough. The research object are four transcripts of Republik Sentilan Sentilun aired in March to June 2016, which discussed the discourse of public policies. The focus of this research is the use of text. The results of this research indicate that Metro TV always trying to fulfill the politic interest. Although sometimes cons, there is still a positive effort done by Republik Sentilan Sentilun in assessing every public policies issues that is discussed.
Kata Kunci : Media, Metro TV, Media Partisan, Republik Sentilan Sentilun, Kebijakan Publik, Komedi Satire, Analisis Wacana Kritis/Media, Metro TV, Partisan Media, Republik Sentilan Sentilun, Public Policies, Satirical Comedy, Critical Discourse Analysis