Laporkan Masalah

Pengaruh Lama Penyinaran dan Tingkat Penambahan Dolomit pada Tanah Regosol terhadap Kecernaan In Vitro Tanaman Alfalfa (Medicago sativa L.)

MUHAMMAD MUHAIMIN MARTA, Bambang Suwignyo, S.Pt., MP., Ph.D.; Dr. Ir. Bambang Suhartanto, DEA.

2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran yang berbeda dan penambahan berbagai level dolomit pada tanah regosol terhadap kecernaan in vitro tanaman alfalfa. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Pastura Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada. Tanaman alfalfa ditanam dalam polybag. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 2 x 3 dengan 4 ulangan. Faktor lama penyinaran (C) dua level terdiri atas penyinaran 12 jam (C0) dan 14 jam (C1). Faktor penambahan dolomit (D) tiga level terdiri atas penambahan dolomit 0 g/polybag (D0), 90 g/polybag (D1), dan 180 g/polybag. Data yang diamati adalah nilai kecernaan bahan kering in vitro (KcBKIV) dan kecernaan bahan organik in vitro (KcBOIV). Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KcBKIV dan KcBOIV tidak dipengaruhi oleh lama penyinaran dan penambahan dolomit. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan lama penyinaran dan penambahan dosis dolomit terhadap KcBKIV dan KcBOIV tanaman alfalfa.

The study was conducted to determine the effect of photoperiods and level of dolomite additions on the regosol soil of in vitro dry matter and organic matter digestibility of alfalfa. The experiment was carry out in greenhouse of Laboratory Forage and Pasture Science Faculty of Animal Sciences Universitas Gadjah Mada. Alfalfa was planted in polybag. Following by 2 x 3 factorial completely randomized design, 3 levels dolomite addition (0 g/D0, 90 g/D1, and 180 g/D2) in each polybag were planted in four replications under two levels light duration (12 hours/C0 and 14 hours/C1). Data measured were in vitro dry matter digestibility (IVDMD) and in vitro organic matter digestibility (IVOMD) of alfalfa. Data were analyzed using analysis of variance (anova). The results showed that the IVDMD and IVOMD of alfalfa were not affected by photoperiods and dolomite additions. There were no interactions between IVDMD and IVOMD of alfalfa.

Kata Kunci : Alfalfa, Lama penyinaran, Penambahan dolomit, Kecernaan in vitro

  1. S1-2017-302216-abstract.pdf  
  2. S1-2017-302216-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-302216-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-302216-title.pdf