Kemungkinan Penerapan Co-management dalam Pengelolaan Hutan Mangrove di Pesisir Pantai Kabupaten Cirebon
TARYONO, Dr. Samodra Wibawa,M.Sc.
2017 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Mangrove merupakan salah satu tumbuhan yang unik berada di sepanjang pesisir pantai maupun sungai memiliki manfaat cukup besar. Keberadaannya mampu berfungsi sebagai penghalang alami bagi ancaman bencana alam seperti gelombang besar, disisi lain keberadaan mangrove juga di manfaatkan oleh berbagai biota laut untuk berkembang biak. Namun keberadaan mangrove kini tergeser oleh kebutuhan manusia dalam pembangunan, hutan mangrove banyak yang beralih fungsi bagi kegiatan bermotif ekonomi dengan dilakukannya kegiatan pertambakan. Penurunan luasan hutan mangrove yang terjadi dalam beberapa dekade ini telah mengganggu fungsi penting keseimbangan lingkungan pesisir, sehingga dibutuhkan pengelolaan yang maksimal agar keberadaan hutan mangrove dapat terjaga kelestariannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemungkinan penerapan co-management dalam pengelolaan hutan mangrove dilokasi penelitian yakni Desa Gebang Mekar. Desa Gebang Mekar sendiri merupakan salah satu desa pesisir yang mayoritas penduduknya sebagai nelayan perikanan. Selain itu desa ini juga dijadikan sebagai basis industri pertanian oleh Pemerintah. Kemungkinan penerapan co-management dapat dipengaruhi melalui partisipasi masyarakat,identifikasi stakeholder dan kebijakan pemerintah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Serta teknik yang digunakan antara lain, observasi,wawancara, dan Dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi data. Data yang telah di kumpulkan dipilah-pilah,dikelompokkan, di intreprestasi dan di analisis hingga dapat diperoleh suatu kesimpulan. Berdasarkan dari hasil analisis kemungkinan penerapan co-management, hasilnya menunjukkan bahwa secara garis besar untuk dapat diterapkan pendekatan co-managemet, maka partisipasi masyarakat harus terus didorong oleh penguatan pengetahuan. Penguatan pengetahuan sangat penting bagi lembaga ditingkat lokal dalam melakukan kerjasama dengan stakeholder lain. Sedangkan kepentingan dan kekuatan stakeholder diakomodasi melalui wadah yang terdiri dari berbagai macam aktor untuk bisa bersinergi. Selain itu, kebijakan pemerintah berupa pengaturan kawasan pesisir harus diterapkan tidak setengah-setengah, dibutuhkan sosialisasi ke berbagai pihak dalam rangka menegakan aturan yang berlaku. Saran yang harus menjadi perhatian antara lain, yaitu: (1) Pemerintah dan masyarakat harus lebih rajin mencari dana-dana dari sektor swasta melalui skema CSR sehingga dapat dimanfaatkan bagi kegiatan rehabilitasi; (2) dibuatkan sebuah lembaga yang berisi para stakeholder dari elemen pemerintah, masyarakat dan swasta agar memudahkan proses berjalannya koordinasi dan komunikasi, sehingga dapat dirumuskan visi dan misi untuk pengelolaan hutan mangrove yang lebih baik; (3) Perlu dilakukannya transfer knowledge oleh pemerintah daerah berupa kegiatan bimbingan teknis dan pendampingan terhadap lembaga ditingkat lokal;(4) Perlu dibuatnya peraturan turunan yang lebih operasional berupa MoU terdiri dari berbagai pihak untuk menjamin keterwakilan/partisipasinya.
Mangrove is one of the unique plants located along of the coast and river which has considerable benefits. this existence is able to function as a natural barrier from the threat of a natural disasters such as large waves, on the other hand the existence of mangrove is also utilized by various ocean animals for breeding. but, the existence of mangrove nowaday is displaced by various human needs, many mangrove forests that switch the functions for a lot of economic motivation activities with the activities of aquaculture ponds. The decrease of mangrove forest area that has occured in recent decades has disrupted the important function of coastal environment balance, so maximum management is required to ensure the existence of mangrove forests can be maintaining sustainability. The purpose of this research is to know the possiblity of applying the comanagement in the management of mangrove forests at research sites is in the village Gebang Mekar. Gebang Mekar Village itself is one of the coastal villages whose majority of the population work as fisherman. Other than that this village is also used as the basis of aquaculture industry by the government. Possibility implementation of co-management can be measured through community participation, stakeholder identification and government policy. This research is a kind of qualitative descriptive research. as well as techniques used include; observation, interview and documentation. the data obtained then tested its validity using data triangulation techniques. the data has been collected and then sorted out, grouped, interpreted and analyzed to obtain conclusion. The analysis of the research results shows that the outline of comanagement can be applied. Public participation should be always encouraged by the expanding their knowledge. The knowledge expansion is important by the local institution to make a cooperation with the other stakeholders. Meanwhile, the interest and power of the stakeholder is accommodated by the collaboration of the other actors to ne synergized. In addition, the government policy such as the coast planning must be applied consistently, and it is needed to socialize to many parties due to rule enforcement. Suggestions of concern include: (1) government and society must be diligent to seek funding from private sector through the CSR scheme so it can be utilized for rehabilitation activities ; (2) created an institutions that contains the stakeholders from government sector, local community and private sector to facilitate the process of coordination and communication, so it could be formulated the vision and mission for better mangrove forests management; (3) the knowledge should be transferred by the regional government through the technical guide and local institution assistance; (4) the derivative operational rules should be formulated through memorandum of umderstanding from many parties to ensure their participations.
Kata Kunci : Co-management, Hutan Mangrove, Pengelolaan