Laporkan Masalah

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR DAN BUNGA ROSELA UNGU DALAM PAKAN TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN AYAM BROILER FASE STARTER

YUNITA SITI ROHIMAH, Nanung Danar Dono, S.Pt., MP., Ph.D. ; R. Edwin Indarto, S.Pt., MP.

2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan tepung bunga rosela ungu (Hibiscus sabdariffa Linn.) dalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan ayam broiler fase starter. Penelitian ini dilakukan selama 21 hari menggunakan 120 ekor anak ayam broiler jantan CP 707 super strain Cobb 500 umur 1 hari yang dipelihara pada kandang sistem terbuka. Perlakuan yang diberikan terdiri dari 4 macam perlakuan pakan, masing-masing 6 ulangan kandang dengan 5 ekor ayam tiap kandang. Perlakuan yang diberikan berupa: T1=pakan basal komersial CP 511 tanpa penambahan aditif pakan (kontrol), T2=pakan basal + 3,0% tepung bunga rosela ungu (BRU), T3=pakan basal + 3,0% tepung daun kelor (TDK), serta T4=pakan basal + 1,5% BRU + 1,5% TDK. Parameter yang diamati adalah kinerja pertumbuhan ayam broiler dengan 5 macam variabel, yaitu: konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, bobot akhir, konversi pakan, dan indeks kinerja. Data hasil penelitian dianalisis variansi (ANOVA) menggunakan Randomized Complete Block Design Pola Searah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pakan basal dengan 3,0% BRU, 3,0% TDK, maupun kombinasi keduanya (1,5% BRU dan 1,5% TDK) tidak mempengaruhi kinerja pertumbuhan ayam broiler. Dapat disimpulkan bahwa ayam yang dipelihara pada kandang terbuka dengan suhu lingkungan relatif cukup tinggi, penambahan tepung bunga rosela ungu maupun tepung daun kelor dalam pakan dengan dosis 3%, baik secara tunggal maupun secara dikombinasi, tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kinerja pertumbuhan ayam muda. Kata kunci: Ayam broiler fase starter, Kinerja pertumbuhan, Tepung bunga rosela ungu, Tepung daun kelor

ABSTRACT This research was aimed to investigate the effect of dietary moringa leaf (Moringa oleifera) and purple roselle flower (Hibiscus sabdariffa Linn.) addition on growth performance of starter phase broiler chickens. This research was conducted for 21 days using 120 male day old broiler chickens Super Cobb 500 strain, in an opened-house poultry house. The birds were given 4 dietary treatments, with 6 replication of 5 birds in each pen. The treatment diets were: T1=basal commercial CP 511 diet without any feed additive (control), T2=basal diet + 3.0% purple rosella flower meal (RFM), T3=basal diet + 3.0% moringa leaf meal (MLM), and T4=basal diet + 1.5% RFM + 1.5% MLM. Parameters observed was the growth performance, with 5 variables, i.e.: feed consumption, weight gain, final weight, feed efficiency, and performance index. ANOVA was used to analyzed all data collected from current study. The data were subjected to Completely Randomized Block Design, using Oneway arrangement. The results showed that the growth performance of 21 days boilers was not influenced by the dietary addition of 3.0% BRU or MLM, individually or in combinations. It could be concluded that the additions of purple rosella flower meal or moringa leaf meal to broiler chickens, that maintained in opened-housed poultry system with relatively high ambient temperatures, has no effect on the growth rate of young broiler chickens. Keywords: Growth performance, Moringa leaf meal, Purple roselle flower meal, Strater phase broiler chickens

Kata Kunci : Ayam broiler fase starter, Kinerja pertumbuhan, Tepung bunga rosela ungu, Tepung daun kelor

  1. S1-2017-349195-abstract.pdf  
  2. S1-2017-349195-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-349195-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-349195-title.pdf