Sekuritisasi Imigran dalam Agenda Kebijakan Viktor Orban di Hongaria
TUNGGUL WICAKSONO, Atin Prabandari, S.IP., MA(IR)
2017 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALSkripsi ini mengidentifikasi landasan teori sekuritisasi untuk menganalisis fenomena hubungan internasional kontemporer. Belakangan ini, isu migrasi menjadi perbincangan utama yang mengundang perdebatan politik di Uni Eropa. Meskipun Uni Eropa berusaha menangani dan memfasilitasi para imigran, masih banyak tantangan yang harus ia hadapi. Dalam hal ini, aspek keamanan tidak dapat diabaikan. Sementara itu, pemerintahan Hongaria telah mengesahkan peraturan anti imigran berupa penutupan di perbatasan melalui pembangunan pagar kawat berduri, menyebut krisis imigran ini sebagai "keadaan luar biasa". Ditemukan bahwa sekuritisasi imigran ini telah berlangsung sejak tahun 2015. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana krisis imigran berkaitan dengan sekuritisasi serta hubungannya dengan diskursus mengenai identitas yang terancam.
This thesis examines the main theoretical framework of securitization in analyzing the contemporary of international relations phenomena. Recently, migration has been recognized as an important part of political debate in European Union. As European Union seeks to facilitate a massive wave of migrants, the challenges are becoming strikingly apparent. The security aspect cannot be ignored. The Hungarian government approves border fence and anti-migrant law, calls this migrant crisis as an "extraordinary situations". The findings show that a government-led securitization of migration has occurred in Hungary during the initial phases of the 2015 migrant crisis. The aim of this thesis is to analyze how migrant crisis linked to securitization when a discourse of identity is being threatened.
Kata Kunci : Securitization, migrant, Hungary, European Union, Copenhagen School, identity.