Penampilan Anak Kambing Saanen Prasapih di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturraden
RAMADHANI RATNA DWIJA, Ir. Yustina Yuni Suranindyah, MS., Ph.D.; Dr. Ir. Adiarto, M.Sc.
2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan anak kambing Saanen prasapih pada pemeliharaan di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden dimulai sejak kelahiran hingga masa sapih. Jumlah ternak yang digunakan dalam penelitian yaitu 60 ekor anak kambing Saanen, yang terbagi atas 31 ekor jantan dan 29 ekor betina yang berasal dari induk paritas kedua. Adapun parameter yang diukur meliputi berat lahir, berat sapih, pertambahan berat badan, ukuran tubuh (panjang badan, lingkar dada, tinggi gumba, lebar telinga dan panjang telinga), konsumsi pakan (kolostrum, susu, hijauan dan konsentrat), dan mortalitas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pengambilan data secara langsung dan juga melalui recording. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan jumlah anak sekelahiran 1,53 lebih kurang 0,50. Mortalitas anak kambing diperoleh hasil sebesar 18,33% (0-3 hari), 3,33% (lepas kolostrum), dan 6,67% (prasapih). Rata-rata berat lahir 3,31 lebih kurang 0,66 kg dan berat sapih 19,55 lebih kurang 3,38 kg. Pertambahan berat badan harian 0,33 lebih kurang 0,66 kg/hari. Ukuran tubuh saat sapih yaitu panjang badan 53,35 lebih kurang 3,24 cm, lingkar dada 54,42 lebih kurang 3,97 cm, tinggi gumba 55,34 lebih kurang 3,99 cm, panjang telinga 13,23 lebih kurang 1,17 cm dan lebar telinga 6,03 lebih kurang 0,56 cm. Total konsumsi BK 458 g/ekor/hari, PK 99,71 g/ekor/hari, dan SK 52,03 g/ekor/hari. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan antara jenis kelamin dan tipe kelahiran terhadap berat lahir, ukuran tubuh dan mortalitas, sedangkan menunjukkan adanya perbedaan terhadap berat sapih. Konsumsi kolostrum, susu, hijauan dan konsentrat anak kambing Saanen prasapih di BBPTU-HPT Baturraden lebih tinggi dibandingkan bangsa kambing lainnya.
This research was aimed to find out the performance of pre-weaning Saanen kids at the Center for Breeding and Forage (BBPTU-HPT) Baturraden from birth to the weaning period. The study used 60 Saanen kids, consisted of 31 male and 29 female kids from second parity. The variable were birth weight and weight of weaning, weight gain, body size (body length, heart girth, whiters height, ear width and length), feed consumption (colostrum, milk, forage and concentrate), and mortality. The method used in the research is taking data directly and recording. Data were analyzed descriptively. The results of the research showed litter size is 1.53 plus minus 0.50. Mortality 18.33% (0-3 days) and 6.67% (pre-weaned). Mean birth weight was 3.31 plus minus 0.66 kg and weaning weight 19.55 plus minus 3.38 kg. Daily weight gain 0.33 plus minus 0.66 kg/day. Body size on weaning were body length 53.35 plus minus 3.24 cm, heart girth 54.42 plus minus 3.97 cm, whiters height 55.34 plus minus 3.99 cm, ear length 13.23 plus minus 1.17 cm and ear width 6.03 plus minus 0.56 cm. Total consumption of dry matter 458 g/head/day, crude protein 99.71 g/head/day, crude fiber 52.03 g/head/day and crude fat 36.98 g/head/day. The conclusions of the study showed that there was no difference between sex and type of birth on birth weight, body size and mortality, while showing differences in weaning weight. Consumption of colostrum, milk, forage and concentrate of Saanen goats in BBPTU-HPT Baturraden are higher than of other breed goats.
Kata Kunci : Penampilan Prasapih, Manajemen Pemeliharaan, Anak Kambing Saanen