HUBUNGAN BODY CONDITION SCORE DENGAN PRODUKSI SUSU SATU MASA LAKTASI KAMBING SAANEN DI BBPTU-HPT BATURRADEN
ANUGERAH AGENG WITANTRI, Dr. Ir. Adiarto, M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Budi Prasetyo Widyobroto, DESS., DAA.
2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body condition score (BCS) dengan produksi susu kambing Saanen dalam satu masa laktasi di BBPTU-HPT Baturraden. Kambing yang digunakan sebanyak 14 ekor induk kambing Saanen laktasi kedua pada fase pre partus yang memiliki nilai BCS 3 hingga 3,5. Parameter yang diamati adalah dinamika perubahan BCS, berat badan, produksi susu, dan konsumsi pakan. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis deskriptif (menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi) dan korelasi pearson (mengetahui korelasi antara BCS dan produksi susu). Dinamika perubahan nilai BCS pada fase pre partus hingga puncak laktasi menurun dari 3,59±0,17 menjadi 2,68±0,22, kemudian meningkat pada periode akhir laktasi menjadi 3,11±0,17. Dinamika perubahan berat badan pada pada fase pre partus hingga minggu ke-7 menurun dari 64,31±4,85 menjadi 58,33±4,71 kg, kemudian meningkat pada periode akhir laktasi menjadi 60,115±4,02 kg. Dinamika produksi susu pada fase post partus hingga puncak laktasi meningkat dari 697,45 406,7 menjadi 848,86 401,3 ml/ekor/hari, kemudian menurun pada periode akhir laktasi menjadi 347,42 176,3 ml/ekor/hari. Konsumsi bahan kering pada fase pre partus menurun hingga minggu ke-3, yaitu sebesar 4,09±1,13 menjadi 3,85±1,01 kg, kemudian meningkat hingga minggu ke-10 menjadi 4,57±1,04 kg. Rata-rata konsumsi bahan kering kambing Saanen adalah 4,13 kg/hari atau mencapai 6,81% berat badan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat korelasi negatif antara body condition score (BCS) dan produksi susu dalam satu masa laktasi kambing Saanen di BBPTU-HPT Baturraden. Korelasi negatif disebabkan karena adanya negative energy balance pada awal masa laktasi dan diakhir masa laktasi terjadi positive energy balance.
The research was aimed to know the relationship between body condition score (BCS) and milk production of lactating Saanen goat at BBPTU-HPT Baturraden. 14 head of second lactation goats with BCS value at 3 until 3,5 pre partus were used for this research. Dynamics of BCS as well as body weight change, milk production and feed consumption for one whole lactation periode have been measured periodically every week and analyzed by descriptively method and pearson correlation for those correlation. It showed, there was negatively correlation between milk production and BCS, which the highest milk production was reached at week three, which the BCS value appeared the lowest. BCS decreased at pre partus phase to the peak of lactation (3,59±0,17 to 2,68±0,22), then increased in the end of lactation (3,11±0,17). Milk production increased at post partus phase to peak of lactation (697,45 406,7 to 848,86 401,3 ml/head/day), and then decreased in the end of lactation (347,42 176,3 ml/head/day). It occurred because there was a negative energy balance at the beginning of lactation and there was a positive energy balance in the end of lactation. The average of dry matter intake was 4,13 kg/day or 6,81% from the body weight.
Kata Kunci : Body Condition Score, Produksi Susu, Masa Laktasi, Kambing Saanen