Adaptive Governance Characteristics of Yogyakarta Special Region PROKLIM (Climate Village Program) Villages
REIZA SYARINI, Dr. Ambar Widaningrum, M.A
2017 | Tesis | S2 Administrasi PublikStudi mengenai ketahanan menjadi populer akhir-akhir ini dikarenakan meningkatnya jumlah bencana dan ancaman perubahan iklim. Banyak ilmuwan mengusulkan peningkatan kapasitas adaptasi masyarakat akan mempersiapkan orang untuk menghadapi bencana terburuk yang mungkin terjadi baik yang dapat diprediksi atau tidak dapat diprediksi. Studi ini mengusulkan keterkaitan antara karakteristik kunci dari tata kelola adaptif sehubungan dengan ketahanan bangunan. Ini akan berfokus pada tiga kampung iklim (PROKLIM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan asumsi bahwa kampung-kampung ini adalah model peran dalam membangun ketahanan iklim masyarakat di tingkat lokal. Dusun Sukunan, Gatak II, dan Pendulan diteliti untuk mengetahui apakah tiga karakteristik tata pemerintahan yang adaptif, memainkan peran penting dalam membangun ketahanan. Ketiga karakteristik tersebut adalah institusi polycentric dan networking, partisipasi, dan pembelajaran dan inovasi. Temuan ini akan mendukung dan membimbing kebijakan pembuatan ketahanan masyarakat di Indonesia secara lebih efektif. Dengan menggunakan beberapa indikator untuk setiap karakteristik, penelitian ini menemukan bahwa partisipasi merupakan karakteristik yang paling signifikan dalam membangun ketahanan masyarakat di Kampung PROKLIM. Salah satu indikator karakteristik partisipasi, adanya pemimpin berpengaruh ditemukan paling penting dalam kasus ini karena seorang pemimpin yang berpengaruh dapat membangun kesadaran akan kerentanan kampung terhadap beberapa masalah lingkungan dan ancaman perubahan iklim di antara penduduk kampung, mendorong penduduk kampung untuk berpartisipasi aktif dan meningkatkan kapasitas adaptif mereka.
Resilience studies are becoming popular recently due to an increasing number of disasters and threat of climate change. Many scholars propose increasing people's adaptive capacity will prepare people for the worst disasters that might occur whether predictable or unpredictable. This study proposes inter-linkages between key characteristics of adaptive governance in relation to building resilience. It will focus on three climate villages (PROKLIM) in Yogyakarta Special Region (YSR) with the assumption that these villages are the role models of building community climate resilience at the local level. Sukunan, Gatak II, and Pendulan Hamlets were studied to find whether three adaptive governance characteristics, play significant roles in building resilience. The three characteristics are polycentric institutions and networking, participation, and learning and innovation. The findings will support and guide the policies making to build community resilience in Indonesia more effectively. By using several indicators for each characteristic, this study found that participation is the most significant characteristic in building community resilience in PROKLIM Villages. One indicator of participation characteristics, the existence of an influential leader was found most important in these cases because an influential leader can build awareness of village vulnerability to certain environmental problems and climate change threats among villagers, motivate villagers to participate actively and raise their adaptive capacity.
Kata Kunci : Ketahanan, Masyarakat, Tata Pemerintahan yang Adaptasi, Partisipasi, Kampung Iklim