Laporkan Masalah

REPRESENTASI AKTOR DAN PERISTIWA SOSIAL DALAM KRISIS POLITIK DI SURIAH OLEH AL-JAZEERA ARABIC DAN AL-JAZEERA ENGLISH (Tinjauan Analisis Wacana Kritis)

ABDUL AZIZ, Dr. Suhandano, M.A.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk melihat persamaan dan perbedaan permberitaan tentang krisis Suriah oleh al-Jazeera Arabic (AJA) dan al-Jazeera English (AJE) dilihat dari strategi representasi pada tataran kata, klausa, wacana dan struktur sosial. Model analisis yang digunakan ialah kerangka tiga dimensi Fairclough yang meliputi analisis tekstual, analisis praktik diskursif dan analisis praktik sosial. Analisis data menggunakan metode deskripsi, metode interpretasi dan metode eksplanasi. Sumber data diambil dari artikel AJA dan AJE. Pada tataran analisis kata, AJA cenderung menggunakan bahasa evaluatif sementara AJE cenderung menggunakan bahasa deskriptif dalam merepresentasikan aktor sosial dan peristiwa sosial. Pada tataran analisis klausa, AJA cenderung merepresentasikan aktor secara sepihak semantara AJE cenderung melibatkan berbagai pihak yang terlibat dalam konflik Suriah. Wacananya pun dibingkai AJA ke dalam frame kejahatan perang al-Assad dan sekutu yang artinya melibatkan satu pihak dalam konflik sedangkan AJE membingkainya ke dalam frame perang sipil Suriah yang melibatkan berbagai pihak dan faktor. Dalam tataran struktur sosial, AJA memiliki strategi representasi yang partisan, ideologis dan berpihak kepada kebijakan luar negeri Qatar. Sementara AJE memiliki strategi representasi yang non-partisan, non-ideologis dan tidak memihak. Meski berbeda, kedua media ini bertemu dalam merepresentasikan sayap islamis Sunni, yakni menghindari leksis-leksis negatif seperti militan, jihadis, teroris dan lain-lain. Selain itu, AJE sebenarnya jika dilihat secara bawah sadar politik dalam strategi representasi krisis Suriah mendukung kebijakan luar negeri Qatar yang ingin dicitrakan sebagai negara yang memberlakukan kebebasan berekspresi.

This study aims to look at the representation of social actor and event in political Syrian crisis reportage as reported in al-Jazeera Arabic and al-Jazeera English as well as to look at the differences and similarities of the two media in strategies of representation at the level of words, clauses, discourses and social structures. The analytical model used is the Fairclough's three-dimensional framework that includes textual analysis, discursive practice and social practice. It uses method of description, interpretation and explanation in data analysis. Data sources are taken from AJA and AJE articles. At the level of word analysis, AJA tends to use evaluative language while AJE tends to use descriptive language in representing social actors and social events in Syrian crisis. At the level of clause analysis, AJA tends to represent unilateral actors as AJE tends to involve the various parties involved in the Syrian conflict. The discourse was framed by AJA into the Assad's war crimes frame and the allies which meant involving one side in the conflict while AJE framed it into a Syrian civil war involving various parties and factors. At the level of social structure, AJA has a partisan, ideological position and aligned in its representational strategy with Qatar's foreign policy while AJE has a non-partisan, non-ideological and impartial representation strategy. Although different, these two media meet in representing the Sunni Islamist, that is, avoiding negative lexis like militant, jihadist, terrorist and others. In addition, AJE is politically subconscious, in its Syrian crisis representation strategy, supporting Qatar's foreign policy which wants to be imaged as a country that implements freedom of expression.

Kata Kunci : strategi representasi, kerangka tiga dimensi Fairclough, metode deskripsi, metode interpretasi dan metode eksplanasi

  1. S2-2017-374130-abstract.pdf