DINAMIKA RESILIENSI PADA REMAJA SETELAH RESOLUSI KONFLIK BERSENJATA DI ACEH UTARA
GHINA RAMADHANI, Siti Waringah, Dra., M.Si., Psikolog
2017 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPenelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika dan proses resiliensi yang dialami oleh remaja Aceh Utara yang bertumbuh-kembang di masa konflik bersenjata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diambil dengan menggunakan kuesioner terbuka. Subjek penelitian sejumlah 75 orang terdiri dari para remaja berusia 18-24 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum subjek penelitian termasuk individu yang memiliki resiliensi yang cukup baik. Para remaja mampu menjalani aktivitas sehari-hari, berinteraksi dengan komunitasnya, dan memiliki cita-cita serta harapan hidup yang lebih baik. Resiliensi remaja yang bertumbuh kembang di daerah konflik bersenjata juga dipengaruhi oleh pendidikan/pemahaman agama dan kepercayaan pada takdir Tuhan, serta peran dari orang tua dan keluarga.
This study aims to understand the resilience dynamics and processes of the teenagers whose adolescence process and live in North Aceh during the armed conflict. This study uses a qualitative method. Data were taken using an open-ended questionnaire. The subject of 75 peoples made up of teenagers 18-24 years old. Findings show that resilience of the teenagers that exposed to armed conflict shows good progress: the teenagers able to run the daily activities, engaging with their community, and have a sense for better future, thus shows relatively good level of resilience. Resilience of the teenagers during the armed conflict in North Aceh has largely influenced by these following factors: religion and belief in divine decree, as well as the role of parents and family.
Kata Kunci : resiliensi, remaja, konflik bersenjata