HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PROAKTIF, ORIENTASI ETIKA, DAN MATERIALITAS DENGAN KEPUTUSAN WHISTLE-BLOWING PADA MAHASISWA S1 AKUNTANSI FEB UGM
LUHUR ANINDITO, Supriyadi, M.Sc., Ph.D., CMA., CA., Ak.
2017 | Skripsi | S1 AKUNTANSIDalam beberapa tahun terakhir media diramaikan oleh berbagai tindakan pengungkapan praktik pelanggaran baik di organisasi pemerintahan ataupun perusahaan. Pengungkapan praktik pelanggaran yang dilakukan oleh anggota organisasi tersebut disebut dengan tindakan whistle-blowing. Penelitian-penelitian terdahulu telah berusaha menguji hubungan antara keputusan whistle-blowing individu dengan berbagai variabel, namun sebagian diantaranya mendapatkan hasil yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara keputusan whistle-blowing individu dengan beberapa variabel yaitu perilaku proaktif, orientasi etika, dan materialitas pelanggaran. Uji korelasi Spearman's Rank digunakan untuk membuktikan hubungan antara variabel dependen dan independen tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, dan sampel diambil secara purposive dengan kriteria mahasiswa yang telah mengambil mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah 1, Pengauditan 1, dan Etika Bisnis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa keputusan whistle-blowing berhubungan secara positif dan signifikan dengan perilaku proaktif dan orientasi etika idealisme, berhubungan secara negatif dan signifikan dengan orientasi etika relativisme, dan berhubungan secara signifikan pada tingkat alfa 10% dengan materialitas. Penelitian ini berperan dalam perkembangan literatur mengenai etika bisnis khususnya mengenai whistle-blowing, serta dapat menjadi input dalam mata kuliah etika bisnis di universitas dengan menambah pengetahuan mengenai perilaku proaktif, orientasi etika, dan materialitas.
In recent years, the media has been astounded by various act of wrongdoing disclosure both in government and corporate organizations. Disclosure of wrongdoing by the members of organization is called a whistle-blowing action. Prior studies have examined the relationship between individual whistle-blowing decision with various variables, but some of them have inconsistent results. This study aims to examine the relationship between individual whistle-blowing decision with proactive behavior, ethical orientation, and materiality of wrongdoing. Spearman's Rank correlation test is used to test the relationship between the dependent and independent variables. The population in this study are undergraduate students of accounting department in Faculty of Economics and Business Universitas Gadjah Mada, and the sample is taken purposively with criteria of some subjects such as Intermediate Accounting 1, Auditing 1, and Business Ethics. The results of this study support that whistle-blowing decision positively and significantly correlated with proactive behavior and ethical orientation of idealism, negatively and significantly correlated with ethical orientation of relativism, and significantly correlated at 10% alpha-level with materiality. This research plays a role in the development of literature on business ethics, specifically on whistle-blowing, and can be an input in the course of business ethics at the university by enriching knowledge about proactive behavior, ethical orientation, and materiality.
Kata Kunci : whistle-blowing, whistleblowing, perilaku proaktif, orientasi etika, materialitas, proactive behavior, ethical orientation, materiality