Laporkan Masalah

SEKOLAH PEMBEBASAN (Kajian Atas SMP Sanggar Anak Alam Yogyakarta)

AZMA AFINA, Dr. Muhammad Supraja, M.Si.

2017 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Pendidikan menjadi aspek penting bagi pembentukan karakter individu karena melalui pola pemikiran yang kritis akan lahir generasi harapan bangsa. Sedangkan permasalahan pendidikan di Indonesia memang bukan merupakan suatu hal yang mudah untuk diselesaikan. Sekolah didominasi dengan sistem pendidikan konvensional, di mana transfer pengetahun terjadi secara sepihak. Tidak ada komunikasi yang dialogis antara guru dan anak didik. Mereka terbiasa menerima, mendengarkan dan menghafalkan pengetahuan yang dibentuk oleh guru. Hal teresebut dapat melanggengkan budaya bisu yang hingga saat ini masih membelenggu masyarakat Indonesia. Butuh proses yang cukup panjang untuk menyamai kualitas pendidikan negara maju seperti Finlandia ataupun Jepang. Penelitian ini menggunakan teori sekolah pembebasan oleh Paulo Freire dan Ivan Illich untuk melihat bagaimana suatu proses pembelajaran di SMP Sanggar Anak Alam dapat mewujudkan konsep pendidikan yang membebaskan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualtitatif deskriptif karena bentuk penulisan melalui rincian kata serta susunan yang sistematis menghasilkan analisis klarifikasi yang lebih spesifik. Metode ini memudahkan peneliti dalam penyusunan kerangka suatu proses pembelajaran. Proses pembelajaran SMP Sanggar Anak Alam terdiri atas perencanaan proses pembelajaran, metode pembelajaran serta hasil proses pembelajaran. SMP Sanggar Anak Alam hadir dengan konsep pendidikan anti-mainstream. Di dalam proses pembelajaran, anak didik dan guru memiliki interaksi yang dialogis guna menghindari sistem pendidikan konvensional. Hal ini diwujudkan ke dalam proses pembelajarannya yang terdiri atas perencanaan proses pembelajaran (visi dan tujuan pembelajaran, perencanaan fasilitator), metode pembelajaran (daur belajar, riset anak, riset soal dan kegiatan bersama) serta yang terakhir adalah hasil proses pembelajaran (hasil produksi, alumni sekolah dan rapor siswa). Melalui kekuatan komunitas, SMP Sanggar Anak Alam berusaha melawan sistem pendidikan yang mengekang.

Education becomes an important aspect for the formation of individual characters because through a critical mindset will be born the generation of hope of the nation. The problem of education in Indonesia is not an easy thing to be solved. Schools are dominated by conventional education systems, where the transfer of knowledge takes place unilaterally. There is no dialogical communication between teachers and students, so they are accustomed to receiving, listening and memorizing the knowledge that formed by the teacher. It can perpetuate the culture of silent that until now still bind the people of Indonesia. It would takes a long process to match the quality of education of developed countries like Finland or Japan. This study uses liberation school theory by Paulo Freire and Ivan Illich to see how a learning process in SMP Sanggar Anak Alam can realize the concept of liberating education. The research method that researcher used is descriptive qualitative because the form of writing through word details and systematic arrangement produce more specific clarification analysis. This method allows researcher in the preparation of the framework of a learning process. The learning process of SMP Sanggar Anak Alam consists of planning of learning process, learning method and learning process result. SMP Sanggar Anak Alam comes with the concept of anti-mainstream education. In the learning process, students and teachers have a dialogical interaction to avoid the conventional education system. This is embodied in the learning process which consists of learning process planning (vision and learning objectives, facilitator planning), learning methods (learning cycle, children research, research problems and joint activities) and the last is the result of learning process (production, school and student report cards). Through community power, SMP Sanggar Anak Alam tries to fight a restrictive education system.

Kata Kunci : Sekolah alternatif, sekolah alam, pendidikan yang membebaskan, pendidikan humanis