Peningkatan Kualitas Kulit Ikan Nila Tersamak Dengan Penambahan Variasi Bahan Penyamak Ekstrak Akasia Dan Syntan
ANAS SOLIKIN, Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D. ; Yuny Erwanto, S.Pt., MP., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi bahan penyamak nabati dan sintetis terhadap kualitas kulit ikan nila tersamak serta mengetahui konsentrasi bahan penyamak nabati dan sintetis yang menghasilkan kulit ikan nila tersamak paling baik. Penelitian ini dilakukan 3 kali ulangan serta 3 variasi perlakuan pemberian konsentrasi bahan penyamak nabati dan sintetis yang berbeda, yaitu ekstrak akasia 4% dan syntan 4%, ekstrak akasia 6% dan syntan 4%, serta ekstrak akasia 8% dan syntan 4%. Tahapan prosesnya mulai dari pra penyamakan, penyamakan, pasca penyamakan hingga penyelesaian. Selanjutnya, dilakukan pengujian kekuatan tarik, kemuluran dan suhu kerut. Hasil penelitian dianalisis dengan Rancangan Acak Pola Searah dan jika ada yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan penyamakan kulit menggunakan bahan penyamak yang dilakukan secara kombinasi berpengaruh nyata (p<0,05) pada parameter kekuatan tarik dan suhu kerut, namun tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada parameter kemuluran kulit. Rerata nilai kekuatan tarik adalah 1276,5 N/cm2 dan telah memenuhi standar mutu SNI. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan formulasi ekstrak akasia 4% dan syntan 4% menghasilkan kulit samak ikan nila yang paling efektif dan efisien.
The research aimed to know the effect of different concentration of vegetable and sintetic tanning agent on nile leather quality and to determine which concentration give the best nile vegetable and sintetic tanned leather quality. The research was conducted with three treatments and three replication. Treatments concist of different concentration of vegetable and sintetic tanning agent, which were acacia extract 4% and syntan 4%, acacia extract 6% and syntan 4%, then acacia extract 8% and syntan 4%. Tanning process started with pretanning, tanning, pascatanning then finishing. Variable measured were tensile strength, flexibility and shrinkage temperature. The observed data were analyzed using one way annova followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). The value of tensile strength and shringkage temperature significantly affected (p<0.05), however that flexibility did not significantly affect (p>0.05). Average value of tensile strength 1276.50 N/cm2 give leather of nile that were accordance with SNI. Conclusion of this research was treatment with acacia ectract 4% and syntan 4% give the best nile leather quality.
Kata Kunci : Kulit Ikan Nila, Ekstrak Akasia, Syntan, Kualitas Kulit Samak, Nile leather, Acacia extract, Syntan, Leather quality