PERILAKU KEAMANAN PANGAN PADA PENJAJA PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DI KABUPATEN KEBUMEN: STUDI KUALITATIF DAN KUANTITATIF
ANNIDA HANIFAH, Lily Arsanti Lestari; B.J Istiti Kandarina
2017 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar belakang: Hasil monitoring BPOM RI pada tahun 2008 yang menunjukkan bahwa sebanyak 64,9% pengelola kantin sekolah dan 75,3% penjaja pangan jajanan anak sekolah di sekitar sekolah masih menerapkan praktik keamanan pangan yang kurang baik. Hal tersebut sangat disayangkan mengingat makanan jajanan yang dijual di sekitar lingkungan sekolah mempunyai peran yang strategis dalam menyumbang asupan gizi dan energi bagi anak sekolah. Rendahnya pengetahuan, praktik, dan tangggungjawab produsen mengenai mutu pangan akan berdampak buruk pada kualitas pangan yang dihasilkan. Tujuan: Mengetahui dan mendeskripsikan perilaku penjaja pangan jajanan anak sekolah terkait keamanan pangan. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian mixed method yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Informan utama dalam penelitian adalah penjaja PJAS yang berjumlah 15 orang. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, sikap, dan praktik keamanan pangan pada penjaja PJAS. Pengumpulan data sikap dan pengetahuan dilakukan dengan wawancara mendalam sedangkan data mengenai praktik keamanan pangan dikumpulkan dengan cara observasi. Hasil analisis data wawancara mendalam disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil: Terdapat 3 orang (20%) yang melakukan praktik keamanan pangan dengan cukup baik dan 12 orang lainnya (80%) masih kurang baik dalam melakukan praktik keamanan pangan. Praktik keamanan pangan yang kurang didukung oleh pengetahuan penjaja PJAS mengenai penanganan makanan, higiene dan sanitasi masih kurang. Sikap penjaja mengenai penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) dan kepatuhan dalam menaati peraturan sekolah masih kurang.. Kesimpulan: Hampir seluruh penjaja PJAS menerapkan praktik keamanan pangan yang kurang baik. Pengetahuan dan sikap penjaja PJAS mengenai keamanan pangan kurang baik.
Safety Behavior of School-based Street Food Vendors in Kebumen Regency: Qualitative and Quantitative Study Annida Hanifah1, Lily Arsanti Lestari 2, B.J Istiti Kandarina3 Background: Monitoring of BPOM RI in 2008 indicated that 64,9% school canteen vendors and 75,3% of school-based street food vendors around school apply poor food safety practices. Unfortunately, street foods which are sold around the school have a strategic role in contributing nutrient and energy intake for school children. The low knowledge, practices and responsibilities of school-based street food vendors about the quality of food will adversely affect the quality of food. Objective: To determine and describe the food safety behavior of school-based street food vendors Method: This research is a mixed method research that combines qualitative and quantitative methods. The main informants in this study were 15 school-based street food vendors.The variables studied include knowledge, attitude, and practice of food safety on school-based street food vendors. Data collection of attitudes and knowledge was conducted with in-depth interviews while data on food safety practices were collected by observation. The results of in-depth interview data analysis are presented in descriptive form. Result: There are 3 people (20%) who apply food safety practices quite well and 12 others (80%) are poor. Food safety practices that are poorly caused by PJAS vendors' knowledge of food handling, hygiene and sanitation are poor.Vendors's knowledge about food handling, hygiene and sanitation is poor. Vendors’s attitude regarding the use of Food Supplemental Materials and compliance on school regulations is poor. Conclusion: The majority of vendors showed poor knowledge and attitude on food safety. Almost all vendors apply poor food safety practices.
Kata Kunci : Perilaku keamanan pangan, penjaja, pangan jajanan anak sekolah, pengetahuan, sikap, praktik