Laporkan Masalah

PONDOK PESANTREN LANSIA DALAM MENDORONG KEBERFUNGSIAN SOSIAL LANSIA di PONDOK SEPUH PAYAMAN MAGELANG

ROSYADA ADI W, Dr. Tri Winarni Soenarto Putri, SU

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Kehidupan lansia menjadi suatu tahapan dimana setiap manusia akan mengalami banyak perubahan yang diakibatkan oleh menurunnya fungsi tubuh. Penurunan tersebut juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial para lansia, termasuk dalam mendapatkan hak-hak nya sebagai manusia untuk tetap berfungsi secara sosial. Keberfungsian sosial lansia dapat terpenuhi dengan membentuk kelompok yang dapat menjadi tempat bagi lansia untuk melaksanakan fungsi sosialnya. Melalui kegiatan yang ada dalam Pondok Sepuh Payaman, para lansia mendapatkan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan lansia tersebut untuk tetap mendapatkan fungsi sosialnya. Pada penelitian ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana peran Pondok dalam mendorong keberfungsian sosial para santri lansia di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode penilitian kualitatif. Metode ini dipilih agar dapat menggambarkan secara jelas bagaimana kehidupan sosial lansia yang ada dalam Pondok. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Proses penentuan informan utuk wawancara dilakukan dengan teknik purposive yaitu menentukan informan dengan kriteria tertentu. Jumlah Informan yang peneliti wawancarai sebanyak 9 orang informan yang terdiri dari 6 orang informan santri Pondok Sepuh dan 3 orang informan yang berasal dari pengelola Pondok. Data dari pengelola Pondok berfungsi sebagai alat untuk proses triangulasi. Dalam penelitian ini menggunakan konsep keberfungsian sosial sebagai pisau analisis untuk menjelaskan bagaimana kehidupan lansia yang ada dalam Pondok. Hasil dari penelitian ini, peneliti mendapatkan penjelasan bagaimana santri lansia Pondok Sepuh Payaman tetap dapat berfungsi sosial melalui kegiatan-kegiatan keagamaan meskipun dalam lingkungan yang berbeda, yaitu lingkungan masyarakat saat sebelum lansia di pondok dengan lingkungan Pondok. Perbedaan ini tidak membuat kehidupan lansia terbatasi, khususnya dalam fungsi sosialnya. Karena konsep keberfungsian sosial disini lebih menekankan pada faktor individu itu sendiri, yaitu bagaimana setiap lansia tetap dapat berfungsi sosial dalam sebuah lingkungan. Kegiatan yang ada dalam Pondok memicu para lansia untuk tetap berperan yaitu sebagai santri. Selain itu, dengan adanya Pondok menjadi sebuah wadah bagi setiap lansia untuk menjalin hubungan sosial dan relasi sosial yang baik terhadap sesamanya. Terciptanya peran sosial bagi lansia disertai dengan relasi sosial yang baik dalam Pondok membuat para lansia semakin menghargai diri mereka masingmasing. Proses yang ada dalam kegiatan Pondok, dikemas melalui kegiatan agama yang bermanfaat bagi kehidupan lansia. Dalam tahap menghargai diri ini, para santri lansia menjadi semakin tenang dan optimis dalam menghadapi akhir dari masa hidupnya. Terciptanya lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan sosial lansia tersebut berdampak pada kehidupan sosial lansia, yang kemudian meningkatkan taraf hidup para lansia didalamnya.

Elderly life becomes a stage where every human being will experience many changes caused by the decreasing of body function. The decline also affects the social life of the elderly, including in obtaining his rights as a human being to remain socially functioning. The social functioning of the elderly can be fulfilled by forming groups that can be a place for the elderly to carry out their social functions. Through the existing activities in Pondok Sepuh Payaman, the elderly get an environment that suits the needs and ability of the elderly to still get its social function. In this study, researchers want to know how the role of Pondok in encouraging social functioning of the elderly students in it. This research uses qualitative research method. This method is chosen in order to clearly illustrate the social life of the elderly in Pondok. In data collection, researchers used observation, interviews and documentation. The process of determining the informant for the interview is done by purposive technique that is determining the informant with certain criteria. The number of informants that researchers interviewed as many as 9 people informants consisting of 6 people santri Pondok Sepuh and 3 informants who came from the manager Pondok. Data from the cottage manager serves as a tool for the triangulation process. In this study using the concept of social functioning as a knife analysis to explain how the elderly life in Pondok. The results of this study, researchers get an explanation of how santri elderly Pondok Sepuh Payaman still be able to function socially through religious activities although in different environments, ie the community before the elderly in the cottage with Pondok environment. This distinction does not make the elderly life restricted, especially in its social function. Because the concept of social functioning here is more emphasis on the individual factor itself, namely how every elderly can still function socially in an environment. Activities that exist in Pondok trigger the elderly to remain role that is as santri. In addition, with the Pondok become a container for every elderly to establish good social relations and social relationships against each other. The creation of a social role for the elderly accompanied by good social relations in Pondok make the elderly more appreciate themselves each. The existing process in Pondok activities, packed through religious activities that are beneficial to the elderly life. In this stage of self-respect, the elderly santri become more calm and optimistic in the face of the end of their lifetime. The creation of an environment that suits the social needs of the elderly has an impact on the social life of the elderly, which then increases the standard of living of the elderly in it.

Kata Kunci : Pondok Sepuh, lansia, keberfungsian sosial

  1. S1-2017-312630-abstract.pdf  
  2. S1-2017-312630-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-312630-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-312630-title.pdf