Modal Sosial dan Perkembangan Homestay ( Studi di Desa Wisata Brayut Pandowoharjo Sleman Yogyakarta )
WURI HANDAYANI, Drs. Andreas Soeroso, M.Si
2017 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIKawasan desa wisata umumnya mensyaratkan berbagai fasilitas penunjang sebagai kawasan wisata. Khusus untuk sarana akomodasi, desa wisata dapat menyediakan sarana penginapan berupa pondok-pondok wisata (homestay). Dusun Brayut merupakan salah satu desa wisata di Yogyakarta yang mulai mengembangkan homestay berbasis Community Based Tourism (CBT). Konsep pengembangan homestay di Desa Wisata Brayut dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat, terutama dalam penyediaan tempat dan fasilitas homestay. Tidak semata- mata dari peluang ekonominya, keberlangsungan perkembangan homestay dapat dikarenakan adanya faktor- faktor lain yaitu sosial, budaya, hukum dan lain sebagainya. Oleh karena itu menjadi menarik untuk memahami keterkaitan antara perkembangan dalam pengembangan homestay dengan modal sosial di Desa Wisata Brayut. Model penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Penulis menggunakan teori modal sosial. Pemikiran ini berangkat dari asumsi bahwa dalam pengembangan homestay dibutuhkan modal sosial yang berasal dari masyarakat Brayut. Keterlekatan modal sosial dalam pengembangan homestay tersebut, diwujudkan dengan adanya sumber daya- sumber daya yang dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam proses pengelolaan dan pengembangannya. Sumber daya- sumber daya yang dimaksud adalah sistem kepercayaan, jaringan sosial serta norma mengenai aturan- aturan yang disepakati, hal- hal tersebut akan mendorong aktor dalam berpatisipasi untuk mencapai tujuan- tujuan bersama. Untuk memudahkan dalam melakukan analisa maka peneliti membagi kedalam tahapan pengembangan homestay, yaitu tahap awal dalam pengembangan homestay ( Tahun 2004- 2007), tahap perkembangan dalam pengembangan homestay ( Tahun 2008- 2015) dan tahap pengembangan homestay sekarang ( Tahun 2016). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan modal sosial yang dimiliki warga Dusun Brayut selama ini telah menjadi pijakan dalam upaya pengembangan homestay. Peran dan partisipasi aktif dari masyarakat sebagai modal utamanya. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan pengembangan homestay selama ini tercipta dari adanya elemen kepercayaan yang terjalin antara warga satu sama lain. Adanya modal sosial yang berbentuk kepercayaan juga ditopang oleh keberadaan organisasi lokal sebagai perwujudan adanya jaringan sosial dalam struktur sosial masyarakat. Selain itu adanya norma formal dan norma non formal berperan penting dalam menjaga hubungan dan integritas dalam upaya pengembangan wisata homestay. Masing-masing tahapan dalam pengembangan homestay memiliki perbedaan yang signifikan dari segi modal sosialnya. Kondisi modal sosial pada masyarakat Brayut menjadi hal penting terhadap keberhasilan pengembangan homestay.
Area of the tourist village generally requires a variety of supporting facilities as a tourist area. Especially for accommodation facilities, tourist villages can provide lodging facilities in the form of tourist lodges (homestay). Brayut hamlet is one of the tourism villages in Yogyakarta which started developing homestay based on Community Based Tourism (CBT). The concept of homestay development in Brayut Tourism Village is implemented by involving the community, especially in providing homestay place and facilities. Not solely from economic opportunity, the sustainability of homestay development can be caused by other factors that are social, culture, law and so on. It is therefore of interest to understand the interrelationship between developments in homestay development with social capital in Brayut Tourist Village. The research model used is qualitative descriptive. The authors use social capital theory. This thinking departs from the assumption that in the development of homestay it takes social capital derived from Brayut society. The attachment of social capital in the development of the homestay, is manifested by the resources that can be utilized maximally in the process of management and development. These resources are belief systems, social networks and norms on agreed rules, they will encourage actors to participate in achieving common goals. To facilitate the analysis, the researcher divides into the homestay development stage, which is the initial stage in the development of homestay (Year 2004-2007), the development stage in homestay development (Year 2008-2015) and development of homestay now (Year 2016). The results showed that the presence of social capital owned by Brayut residents has been a foothold in the development effort of homestay. The role and active participation of the community as its main capital. The spirit of togetherness that was built in homestay development activities has been created from the elements of trust that exists between citizens of each other. The existence of social capital in the form of trust is also sustained by the existence of local organizations as the embodiment of social networks in the social structure of society. In addition, the existence of formal norms and non-formal norms play an important role in maintaining the relationship and integrity in the effort of tourism development homestay. Each stage in homestay development has a significant difference in terms of social capital. The condition of social capital in Brayut society becomes an important thing to the success of homestay development.
Kata Kunci : Modal Sosial, Perkembangan, Homestay, Desa Wisata, Social Capital, Development, Homestay, Tourism Village