Laporkan Masalah

Penggunaan Antibiotika di Poli Gigi Puskesmas Gedangsari II Kabupaten Gunungkidul

AULYA ZAHRAH, drg. Mayu Winnie Rachmawati, M.Sc., Ph.D. ; drg. Ruslin, M.Kes., Ph.D.

2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi dapat dilakukan dengan pemberian antibiotika. Antibiotika merupakan obat yang mampu membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri dan merupakan obat yang paling sering digunakan dalam bidang kedokteran gigi sebagai perawatan untuk beberapa infeksi odontogenik, non-odontogenik, dan profilaksis. Penggunaan antibiotika yang tidak sesuai dapat menyebabkan terjadinya peningkatan prevalensi resistensi. Salah satu penyebab terbesar penggunaan antibiotika yang tidak tepat adalah penggunaan antibiotika pada diagnosis yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotika di Poli Gigi Puskesmas Gedangsari II Kabupaten Gunungkidul menurut Panduan Praktik Klinis bagi Dokter Gigi dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/62/2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data yang diperoleh dari buku register Poli Gigi Puskesmas Gedangsari II Kabupaten Gunungkidul periode Bulan Januari sampai Juni 2016. Data yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diperoleh sebanyak 230 kasus dari total 690 kunjungan. Penggunaan antibiotika kemudian dianalisis dengan cara membandingkan dengan pedoman yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Panduan Praktik Klinik bagi Dokter Gigi dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/62/2015 kemudian penggunaan antibiotika yang telah dianalisis ditentukan menjadi 3 kategori yaitu kategori sesuai, tidak sesuai, dan tidak dapat dikategorikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 115 kasus (50%) yang memenuhi kategori sesuai, sebanyak 20 kasus (8,7%) termasuk kategori tidak sesuai, dan sebanyak 95 kasus (41,3%) tidak dapat dikategorikan sesuai atau tidak sesuai dengan Panduan Praktik Klinik bagi Dokter Gigi dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/62/2015.

Prevention and treatment of infectious diseases can be done with by giving antibiotics. Antibiotics are drug that can kill or inhibit the growth of bacteria and the most often used in dentistry as a treatment for some odontogenic, non-odontogenic, and prophylactic infections. Inappropriate use of antibiotics cause prevalence of resistance increased. One of the major causes of inappropriate use of antibiotics is the use of antibiotics in improper diagnoses. This study aims to determine the use of antibiotics in Poli Gigi Puskesmas Gedangsari II Kabupaten Gunungkidul according to Panduan Praktik Klinik bagi Dokter Gigi dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/62/2015 by Indonesian Ministry of Health. This descriptive research used data obtained from register book of Poli Gigi Puskesmas Gedangsari II Kabupaten Gunungkidul during the period of January to June 2016 . Data with proper inclusion and exclusion criteria were 230 cases out of a total 690 visits. Antibiotic utilizations then was analyzed by comparing with the guidelines used in this study which is Panduan Praktik Klinik bagi Dokter Gigi dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/62/2015 and antibiotic utilizations that had analyzed were determined into 3 categories which were categories appropriate, inappropriate, and can not categorized. The results showed that as many as 115 cases (50%) into appropriate category, 20 cases (8,7%) determined as inappropriate category, and 95 cases (41,3%) can not be categorized as appropriate or inappropriate category according to Panduan Praktik Klinik bagi Dokter Gigi dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/62/2015 by Indonesian Ministry of Health.

Kata Kunci : Penggunaan antibiotika, Kesesuaian, Puskesmas Gedangsari II, Antibiotic utilizations, Appropriateness

  1. S1-2017-328879-abstract.pdf  
  2. S1-2017-328879-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-328879-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-328879-title.pdf