ANALISIS PENGARUH KEMISKINAN TERHADAP TINGKAT KEBAHAGIAAN INDIVIDU DI INDONESIA: STUDI KASUS MENGGUNAKAN DATA IFLS 5 TAHUN 2014
AZWAR MAHRUZ, Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand. Oecond., Ph. D.
2017 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIPenelitian ini mencoba untuk melihat pengaruh kemiskinan dan variabel-variabel karakteristik individu terhadap tingkat kebahagiaan di Indonesia. Proksi kemiskinan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kemiskinan objektif berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan, kemiskinan berdasarkan kepemilikan surat keterangan tidak mampu (SKTM), dan kemiskinan subyektif/relatif berdasarkan persepsi kemiskinan masing-masing individu. Penelitian ini menggunakan data IFLS 5 dan metode ordered probit. Hasil dari penelitian ini menunjukkan individu miskin memiliki probabilitas mengatakan sangat bahagia lebih rendah dibanding dengan individu yang tidak miskin. Kemiskinan relatif dapat menjelaskan lebih baik tingkat kebahagiaan individu dibanding kemiskinan absolut (berdasarkan pengeluaran per kapita per bulan). Individu yang berjenis kelamin wanita, tinggal di kota, berstatus menikah, memiliki umur lebih muda satu tahun, mengenyam sekolah lebih lama satu tahun, dan status kesehatan lebih tinggi memiliki probabilitas mengatakan sangat bahagia lebih tinggi. Pemerintah perlu mengatasi masalah kemiskinan, mengevaluasi program bantuan sosial, serta meningkatkan tingkat pendidikan dan kesehatan untuk dapat meningkatkan kebahagiaan individu.
This thesis tries to analyze the effects of poverty and individual characteristics variables on the level of individual happiness in Indonesia. We used expenditure per capita per month, letter of poor (surat keterangan tidak mampu/SKTM), and subjective/relative poverty based on individual perceptions as proxy for poverty. This research used IFLS 5 data and ordered probit method to study the relationship between poverty and happiness. The results of this study show that poor individuals have lower probability of saying very happy than non-poor individuals. Individual's happiness can be explained better by subjective rather than objective poverty (expenditure per capita per month). Female individuals, living in urban area, married, the younger, higher schooling years, and higher health status have a higher probability of happiness. Governments need to address poverty, evaluate the social cash transfer proggrams, and increase health and education to improve the individual's happiness.
Kata Kunci : kemiskinan absolut, kemiskinan relatif, kebahagiaan, data cross-section, IFLS 5, ordered probit, Indonesia.