PERUNDUNGAN DALAM PROSES PEMBIMBINGAN SANTRI BERMASALAH
BASHAR MAULANA, Yuli Fajar Susetyo, S.Psi.,Psi.,M.Si.
2017 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPerundungan merupakan suatu fenomena yang seringkali terjadi di berbagai jenis lembaga/institusi pendidikan, termasuk diantaranya lembaga pendidikan pesantren. Perundungan di pesantren umumnya terjadi dalam proses pembimbingan santri bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali fenomena perundungan dalam proses pembimbingan tersebut, serta kaitan fenomena tersebut menurut paradigma pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi transendental. Subjek pada penelitian ini merupakan tiga santri putra yang memiliki kriteria, yaitu santri yang duduk di Madrasah Tsanawiyah (MTs), minimal sudah tinggal di pesantren selama satu tahun, santri tinggal di asrama, santri yang tercatat sering melakukan pelanggaran, tidak ada rencana pulang atau izin keluar pesantren selama masa pengambilan data dilakukan. Penelitian ini mengungkap perilaku perundungan yang muncul berupa perilaku ancaman, label negatif dan ejekan, kekerasan fisik, dan pemerasan. Dalam setiap jenis perilaku perundungan yang dialami korban memiliki dimensi bentuk, penyebab, korban dan pelaku, serta respon korban yang serupa. Perilaku perundungan yang terjadi dapat dinyatakan tidak sejalan dengan paradigma pendidikan pesantren, dan secara umum berdampak tidak baik bagi proses pendidikan di pesantren.
Bullying occurs frequently in various educational institutions, including in Pesantren. In Pesantren, bullying commonly takes place during mentoring process. This research is aimed at investigating the phenomenon of bullying during mentoring process in Pesantren in its relation with Pesantren educational paradigm. This research uses qualitative method and the data were gathered and analyzed by utilizing transcendental phenomenological approach. The subjects of research were three male students in the Pesantren that fulfill some criteria. Namely, they: were enrolled as a student of Madrasah Tsanawiyah (MTs), had been in Pesantren for at least two years, stayed in Pesantren dorm, were recorded for misconduct behaviors, lastly, didn't have any plan to leave Pesantren within data collection period. The research reveals some types of bullying behaviors, in particular: threats, negative labeling and ridicule, physical abuse, and extortion. It is indicated that the dimension of forms, cause, and the victims' responses in those types of bullying are similar. Bullying behavior is not inline with Pesantren educational paradigm and it impacts negatively to the overall educational process in Pesantren.
Kata Kunci : perundungan, santri, pembimbing, pesantren/bullying, santri, mentor, pesantren