EVALUASI PROGRAM KAMPUNG UKM DIGITAL DI DESA WISATA MANDALA BOROBUDUR, MAGELANG
ERIK SANJAYA, Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)UMKM di Indonesia merupakan sektor yang menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi. Data menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia memiliki proporsi sebesar 99,9% unit usaha dibandingkan dengan usaha besar, jumlah ini setara dengan 56,54 juta unit usaha, dan mampu menyumbangkan sebesar Rp 4.689,4 triliun atau 59,08% dari total PDB Indonesia pada 2012. Walaupun begitu masih banyak data yang menyebutkan bahwa UMKM Indonesia masih belum efektif, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kemampuan UMKM Indonesia untuk bersaing di era pasar bebas. Pemerintah Indonesia mencoba untuk mendukung UMKM dengan mencoba mengalihkan bisnis UMKM ke arah bisnis digital. Gerakan perubahan ini telah terkoordinasi melalui BUMN yang dimiliki Indonesia, dengan nama Rumah Kreatif BUMN. Diantara banyaknya BUMN tersebut, PT Telkom Indonesia memiliki program Kampung UKM Digital, yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem digital yang mendukung perkembangan UMKM di daerah kampung dengan memberikan infrastruktur dan akses jaringan internet. Penelitian ini berfokus terhadap implementasi program Kampung UKM Digital yang diimplementasikan di Desa Wisata Mandala Borobudur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana proses implementasi program Kampung UKM Digital, serta melihat apa saja faktor pendukung dan penghambat dari implementasi program tersebut. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa data primer dan sekunder, yang didapatkan melalui proses indepth interview dan observasi lapangan. Hasil evaluasi implementasi program, ternyata diketahui sebuah kekurangan dalam implementasi yang menjadi penyebab program menjadi kurang efektif. Kekurangan tersebut adalah kurangnya penyampaian informasi dan sosialisasi terkait program tersebut kepada masyarakat kelompok sasaran. Dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat sasaran terkait program, maka mereka kurang memiliki motivasi untuk mendukung implementasi program digitalisasi tersebut. Karena hal tersebut juga, masyarakat masih belum merasakan manfaat dari implementasi program Kampung UKM Digital. Walaupun terkesan bahwa masyarakat tidak mendapatkan manfaat dari program Kampung UKM Digital ini, transisi bisnis ke arah digital telah dilakukan beberapa pengrajin UMKM di desa tersebut. Hal ini dilakukan karena mereka telah menyadari manfaat dan kemudahan yang dirasakan dengan memanfaatkan kemajuan ICT dalam aktivitas UMKM mereka.
MSME is a sector that has became the backbone of economic development in Indonesia. The data shows that MSMEs in Indonesia have business unit's proportion of 99.9% compared to large enterprises. This amount is equivalent to 56.54 million business unit, they also able to contribute Rp 4.689.4 trillion or 59.08% of the total GDP of Indonesia on 2012. Nevertheless, there is still a lot of data stating that MSMEs in Indonesia are still not effective, thus raising concerns about the ability of Indonesian MSMEs to compete in the era of free markets. The Indonesian government is trying to support MSMEs by trying to divert MSMEs business into digital business. This movement has been coordinated through the state owned enterprises (SOEs) of Indonesia, with the name of Rumah Kreatif BUMN. Among the many SOEs, PT Telkom Indonesia has a program, Kampung UKM Digital, which aims to create a digital ecosystem that supports the development of MSMEs in the village area by providing infrastructure and internet network access. This research focuses on the implementation of Kampung UKM Digital program, especially the one that is implemented in Desa Wisata Mandala Borobudur. The goals of this research are to evaluate the implementation process of Kampung UKM Digital program and to seek the supporting and inhibiting factors of the implementation of that particular program. The analysis method that is used in this research is descriptive analysis, with qualitative approach. The resources are primary and secondary data, from in-depth interview and observation. From the evaluation results of the program's implementation, it turns out that there are some shortcomings in the implementation process that causing the program becomes less effective. The shortcomings are the lack of information delivery and socialization to the target community. Due to the lack of knowledge related to the program, the target communities are pessimistic toward the program, they are less motivated to support the implementation of the digitalization program. Because of that, the community still has not benefited from the implementation of the Kampung UKM Digital program. Although it seems that the community does not benefit from Kampung UKM Digital program, the transition of business to digital has been done some MSMEs in the village. This transition is done because they have realized the benefits and convenience by utilizing ICT in their MSMEs business activities.
Kata Kunci : UMKM, Digitalisasi, Implementasi, Kampung UKM Digital / MSME's, Digitalization, Implementation, Kampung UKM Digital