Penyesuaian Pernikahan Perempuan Muda yang Telah Menikah Dini
APRIASTIANA DIAN FIKROTI, Budi Andayani, Dr., M.A., Psikolog
2017 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan jika salah satu atau kedua belah pihak berusia 12-18 tahun. Padahal pada usia tersebut, seseorang sedang berada pada masa remaja. Banyak perubahan yang terjadi pada seseorang ketika memasuki masa ini, seperti perubahan fisik serta perkembangan sosial-emosional, serta moral dan spiritual. Akan tetapi, banyak remaja di beberapa daerah di Indonesia yang menikah ketika usianya masih remaja. Selain itu, sebagian besar pernikahan dini dilakukan pada remaja perempuan. Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya pernikahan dini, seperti budaya, desakan orang tua, atau hamil terlebih dahulu. Sebagian besar pernikahan dini tersebut berujung pada perceraian, tidak bertahan lama. Menariknya, ada juga pernikahan dini yang mampu bertahan lama. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyesuaian pernikahan yang dilakukan perempuan muda yang menikah dini sehingga tercipta keluarga yang harmonis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus kepada tiga perempuan muda yang berada di Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keharmonisan dalam sebuah keluarga terjadi karena adanya penyesuaian pernikahan pada aspek kedekatan hubungan dan komunikasi yang intim dengan pasangan.
Early-age marriage is a marriage that had been done with one or both parties are 12-18 years old, although at that age they were still in their adolescence period. There are a lot of changes happen to someone when they are entering this period, such as physical changes as well as socio-emotional, moral, and spiritual developments. However, there are a lot of people that lives in several places in Indonesia got married since they are still a teenagers. Moreover, most of this early-age marriage are done by teenage girls. There are many factors behind the occurrence of early marriage, such as the culture, the urges of parents, or unwed pregnancy. Most of that early-age marriage leads to divorces, cannot last long. Interestingly, some of the early-age marriage couples are able to last long. Therefore, the purpose of this study is to find out the adjustment of marriages done by young women who married early in order to create a harmonious family. This study uses qualitative research method with case study approach to three young women residing in Banyumas Regency. The results of this study indicate that the harmony in a family is caused by their close relationship and intimate communication between the couple.
Kata Kunci : Keharmonisan keluarga, penyesuaian pernikahan, pernikahan dini, remaja/Adolescent, early marriage, family harmony, marital adjustment