Laporkan Masalah

Hubungan antara Kecemasan Sosial dengan Keterbukaan Diri di Media Sosial

MONICA INDRIYANI, Bhina Patria, Dr. rer. pol., M.A.

2017 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Seiring dengan perkembangan teknologi, keterbukaan diri di media sosial menjadi lumrah dilakukan, tidak terkecuali di kalangan remaja berusia 18-22 tahun. Tingkat keterbukaan diri seorang individu di media sosial diketahui berhubungan dengan beberapa hal, salah satunya adalah kecemasan sosial. Tujuan penelitian ini adalah menguji secara empiris hubungan antara kecemasan sosial dengan keterbukaan diri remaja di media sosial, khususnya yang berusia 18-22 tahun. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keterbukaan diri di media sosial yang diukur menggunakan adaptasi dari Online Disclosure Scale. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kecemasan sosial yang diukur menggunakan adaptasi dari Interactional Anxiousness Scale. Penelitian dilakukan terhadap 105 mahasiswa Strata Satu Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2014, 2015, dan 2016 yang berusia 18-22 tahun. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kecemasan sosial dengan keterbukaan diri remaja di media sosial. Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana, kecemasan sosial memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan keterbukaan diri di media sosial (R = 0,327, F(1, 103) = 12,307, Beta1 = -0,240, p < 0,01).

Along with the development of technology, self-disclosure in social media has become something commonly done, including by adolescents aged 18-22 years old. The level of self-disclosure in social media is known to be related to several things, one of which is social anxiety. The purpose of this study was to empirically examine the relationship between social anxiety and self-disclosure in social media on adolescents aged 18-22 years old. The dependent variable in this study was self-disclosure in social media which was measured using an adaptation of Online Disclosure Scale. The independent variable in this study was social anxiety which was measured using an adaptation of Interactional Anxiousness Scale. This study was conducted on 105 undergraduate students of Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada, aged 18-22 years old. The hypothesis proposed in this research was there is a positive relationship between social anxiety and adolescent self-disclosure in social media. Based on the result of simple linear regression analysis, social anxiety had a significant negative relationship with self-disclosure in social media (R = 0,327, F(1, 103) = 12,307, Beta1 = -0,240, p < 0,01).

Kata Kunci : kecemasan sosial, keterbukaan diri di media sosial

  1. S1-2017-337470-abstract.pdf  
  2. S1-2017-337470-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-337470-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-337470-title.pdf