IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENENTU KRISIS PERBANKAN DI ASEAN TAHUN 1980-2016
BETTY INDAH P, Muhammad Edhie Purnawan, PhD.
2017 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIKrisis perbankan merupakan guncangan terhadap pasar keuangan yang ditunjukkan oleh kejatuhan pada harga aset dan kegagalan di sektor keuangan dan sektor riil. Krisis perbankan di ASEAN telah terjadi beberapa kali dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kemungkinan terjadinya krisis perbankan. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand dengan periode pengamatan 1980-2016. Data bersumber dari statistic IMF dan Bank Dunia. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah model logit Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio hutang publik terhadap GDP, suku bunga di pasar uang, terms of trade, dan rasio neraca transaksi berjalan terhadap GDP (t-1) berpengaruh positif terhadap kemungkinan terjadinya krisis, sedangkan rasio kredit terhadap GDP, laju inflasi, pertumbuhan GDP riil, nilai tukar riil (t-1), rasio kredit terhadap GDP (t-1), dan suku bunga US (t-1) berpengaruh negative terhadap kemungkinan terjadinya krisis.
Banking crisis is a disruption to financial market shown by the fall in assets prices and failures in the financial sector and reall sector. Banking crisis in ASEAN has occurred several times and caused huge economic losses. The aim of this research is to identify and analyze the factors that affect the probability of banking crisis. This research used secondary data that was panel data from Indonesia, Malaysia, Singapore, Philipines, and Thailand with the observation period during 1980-2016. The source of data were from IMF and Worlbank. Data analysis method used un this research is logit model. The results of this research indicate that the ratio of public debt to GDP, money market interest rate, terms of trade, and current account to GDP ratio (t-1) have positive effect on the possibility of banking crisis, while credit to GDP ratio, inflation rate, real GDP growth, real exchange rate (t-1), credit to GDP (t-1), and US interest rate (t-1) have negative effect on the possibility of banking crisis.
Kata Kunci : banking crisis, logit model