PERBAIKAN TATA LETAK RUANG PRODUKSI IRT SEMPE ARUMANIS "GULALIQU" BERDASARKAN PETA KETERKAITAN KEGIATAN
OLIVIA BELLA ARUM N, Dr. Nafis Khuriyati, STP, M. Agr
2017 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRI SVINTISARI IRT Sempe Arumanis Gulaliqu adalah industri rumah tangga yang menghasilkan sempe dan arumanis. Industri ini mampu memproduksi kurang lebih 370 kg arumanis dan kurang lebih 30 kg sempe per hari. Bahan baku utama dari arumanis adalah gula dan tepung tapioka. tata letak ruang produksi IRT Sempe Arumanis Gulaliqu memiliki aliran bolak balik dan semua kegiatan produksi dilakukan secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tata letak ruang produksi yang ada di IRT Arumanis Gulaliqu Penelitian ini dimulai dengan pembuatan peta kerja yang meliputi; peta proses operasi, peta aliran proses dan diagram alir, kemudian dilakukan penilaian fasilitas tata letak awal. Perbaikan tata letak baru berdasarkan peta keterkaitan kegiatan. Berdasarkan peta keterkaitan kegiatan diperoleh tata letak perbaikan yang menghasilkan perubahan tata letak stasiun pengadonan sempe, stasiun pembakaran, staisun pengemasan, dan stasiun pengepakan. Perbaikan tersebut meningkatkan nilai fasilitas, yang semula nilai fasilitas awal 2.13 dengan adanya perbaikan menjadi 2.67, yang dimana nilai 1 adalah sangat kurang, 2 adalah kurang, dan 3 adalah bagus, 4 adalah sangat bagus.
ABSTRACT IRT Sempe Arumanis Gulaliqu is a home industry that produces sempe and arumanis. The industry is capable of producing approximately 370 kg of arumanis and approximately 30 kg sempe per day. The main raw materials of arumanis are sugar and tapioca flour. the layout of the production room IRT Sempe Arumanis Gulaliqu has an alternating flow and all production activities are done manually. This study aims to improve the layout of production space in IRT Arumanis Gulaliqu This research begins with the creation of work maps that include; operation process map, process flow map and flow diagram, then appraisal of initial layout facility. New layout improvements based on the activity association map. Based on the activity correlation map, an improvement layout was obtained which resulted in changes to sempe sempe station layout, burning station, packaging stadium, and packing station. These improvements increase the value of the facility, which was originally an initial facility value of 2.13 with an improvement to 2.67, of which 1 is very less, 2 is less, and 3 is good, 4 is excellent.
Kata Kunci : Perencanaan tata letak, peta keterkaitan kegiatan, peta kerja