Laporkan Masalah

KADAR SUPEROKSID DISMUTASE PLASMA PADA MELASMA

BUNGA SEJUK SEGAR, dr. Arief Budiyanto, PhD, Sp.KK(K) ; dr. Dwi Retno Adi Winarni, Sp.KK(K)

2017 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN

Latar Belakang : Melasma merupakan kelainan berupa lesi makula atau patch coklat muda hingga gelap, tepi ireguler dan batas tegas. Lesi biasanya simetris mengenai area tubuh yang terpapar sinar matahari terutama wajah. Paparan sinar matahari yang lama dapat mencetuskan stres oksidatif yang akan merangsang melanogenesis. Superoksid dismutase (SOD) merupakan antioksidan dapat menghambat stres oksidatif sehingga diharapkan dapat menghambat munculnya melasma. Tujuan : Mengetahui perbedaan kadar SOD plasma antara subyek melasma dengan non melasma dan hubungannya dengan derajat keparahan melasma. Metode : Penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancangan studi potong lintang (cross sectional) pada 64 subyek wanita dengan melasma dan non melasma di sub bagian kosmetik medik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, yang dimulai bulan Maret 2017. Derajat keparahan melasma di nilai dengan skor MASI dan mexameter. Data dianalisis dengan menggunakan uji t-berpasangan pada subyek melasma dan non melasma, serta uji Pearson pada subyek melasma dan derajat keparahan melasma. Kemaknaan uji statistik adalah bila p<0.05. Hasil : Jumlah subyek melasma sebanyak 32 orang dan non melasma 32 orang dengan rentang usia 36-55 tahun. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai perbedaan kadar SOD plasma antara subyek melasma dengan non melasma tidak bermakna dengan nilai p 0,847 dan tidak terdapat korelasi yang bermakna antara kadar SOD plasma dengan derajat keparahan melasma berdasarkan skor MASI (p = 0,712), indeks eritem (p = 0,144), dan indeks melanin (p = 0,980). Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada kadar serum SOD pada pasien melisma dan non melasma dan tidak terdapat hubungan antara kadar serum SOD dengan derajat keparahan melasma. Kata kunci: melasma, superoksid dismutase (SOD), skor MASI

Background : Melasma is a macular lesion or patch of light brown to dark, irregular edges and firm borders.lesions are usually symmetrical about areas of the sun exposed area, especially on the face. Exposure of long period of sunlight can trigger the oxidative stress that can stimulate melanogenesis. Superoxide dismutase (SOD) is an antioxidant that can inhibit the oxidative stress and as expected can inhibit the melasma lesion. Objective: To compare SOD plasma levels between melasma and non melasma subjects and the correlation with melasma severity index. Methods : This research was an observational analytical study with cross sectional design included 64 female subjects with melasma and non melasma in Dermatology and Venereology Department, Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, held in March 2017. The degree of severity in melasma were measured with MASI score and mexameter. Data was analyzed using paired t-test to compare SOD plasma levels on melasma and non melasma subjects and correlation between SOD plasma levels and melasma using Pearson test. Statistical significance of the result based on p<0.05. Results : This study included 78 melasma and non melasma subjects with range age between 36-55 years. The result showed the mean difference of SOD plasm levels between melasma and non melasma was not significant with p value 0.847 and there was no significant correlation between SOD plasma levels and severity of melasma based on MASI score (p= 0.712), erythema index (p= 0.144) and melanin index (p= 0.980). Conclusions : There were no significant difference in SOD plasma levels in melasma and non melasma subjects and there was no correlation between SOD plasma levels and melasma severity. Keywords: melasma, superoxide dismutase (SOD), MASI score

Kata Kunci : melasma, superoksid dismutase (SOD), skor MASI


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.