SIGNIFIKANSI PENGUATAN SUMBER DAYA MASYARAKAT ADAT MANGGARAI RAYA TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KEHUTANAN
ERMALINDUS, Gabriel Lele; Erwan Agus Purwanto
2017 | Tesis | S2 Manajemen dan Kebijakan PublikImplementasi kebijakan kehutanan membutuhkan holistisitas aktor dan juga kontekstualisasi kebijakan yang integratif. Sumber daya masyarakat adat (SDMA) merupakan salah satu faktor yang bisa menjamin keberlangsungan (sustainability) dan juga pembaruan (reformasi) kebijakan. Fortifikasi sumber-sumber daya masyarakat adat dengan demikian merupakan salah satu dasar bagi kebijakan yang lebih humanis, yang menempatkan masyarakat sebagai subjek kebijakan yang bisa berpartisipasi dalam kebijakan, bukan melulu sebagai objek pasif yang hanya menerima manfaat. Kaakteristik masyarakat adat yang masih cukup kuat di wilayah Manggarai membuktikan bahwa masyarakat adat memiliki keutamaan-keutamaan yang bisa diadaptasikan ke dalam kebijakan. Kekuatan-kekuatan ini juga bisa berkontribusi bagi alur kebijakan secara keseluruhan maupun implementasi kebijakan kehutanan.
Forest policy Implementation requires participation of holistic actors and integrative policy contextualization. Indigenous Peoples Resources (SDMA) is one of the factors that can ensure sustainability and reform of policy. The fortification of indigenous peoples resources is thus one of the foundations of a more humanist policy, which places society as the subject of policies that can participate in policy, not merely as passive objects that benefit only. The "adat" value and characteristics of indigenous peoples in Manggarai still prove that indigenous peoples have virtues that can be adapted into policy. These forces can also contribute to the overall policy flow as well as the implementation of forest policies.
Kata Kunci : Indigenous Resources, Policy Implementation, Manggarai