STUDI KOMPARASI KESIAPSIAGAAN ANTAR JENJANG SEKOLAH (SD-SMP-SMA) PADA SEKOLAH SIAGA BENCANA DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA
ERWAN SETYAWAN, Dr. Luthfi Muta'ali, MT; Dr. Dyah R. Hizbaron, M.Sc
2017 | Tesis | S2 MANAJEMEN BENCANAKabupaten Gunungkidul merupakan wilayah di DIY yang memiliki ancaman bancana tanah longsor. Dalam upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah, maka ditetapkan 3 sekolah siaga bencana di Kabupaten Gunungkidul antara lain SD N Buyutan Gedangsari, SMP N 3 Nglipar, dan SMK N Ngawen oleh BPBD DIY. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui kesiapsiagaan sekolah siaga bencana antar jenjang sekolah (SD-SMP-SMA) di Kabupaten Gunungkidul. (2) mengetahui upaya dalam membangun kesiapsiagaan masing-masing jenjang sekolah dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan penelitian adalah Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Masyarakat Sekitar, semua berjumlah 22 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan indepth interview, dokumentasi, dan observasi lapangan. Observasi dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran dan integrasi materi kebencanaan dalam pembelajaran. Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder. Analisis data penelitian dengan reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat sekolah dasar memiliki kesiapsiagaan yang baik, sekolah menengah pertama memiliki kesiapsiagaan kurang baik, dan sekolah menengah atas memiliki kesiapsiagaan yang baik. Kesiapsiagaan yang dimaksud dengan berdasarkan pada pengetahuan kebencanaan, inovasi, dan upaya dalam membangun kultur keselamatan di semua tingkat. Pengembangan kesiapsiagaan di sekolah dasar dipengaruhi oleh integrasi materi kebencanaan secara tematik pada semua mata pelajaran, inovasi pembelajaran oleh guru dalam menyampaikan materi kebencanaan, dan kegiatan simulasi tanggap darurat yang dilakukan setiap seminggu sekali. Ketidaksiapsiagaan pada jenjang sekolah menengah pertama dipengaruhi oleh integrasi materi pembelajaran yang kurang baik serta faktor motivasi belajar siswa yang rendah. Kesiapsiagaan di sekolah menegah atas dipengaruhi oleh pengembangan kultur sekolah yang baik dengan berbasis pada pendidikan karakter siswa serta program sekolah sehat & sekolah Adiwiyata (peduli lingkungan).
GunungkidulRegency is a region in DIY that has the threat of landslide disaster. In the effort of disaster risk reduction in school environment, 3 schools of disaster preparedness in Gunungkidul Regency are SD N BuyutanGedangsari, SMP N 3 Nglipar, and SMK N Ngawen by BPBD DIY. This study aims: (1) knowing the preparedness of disaster preparedness schools between levels of school (Elementary School-Junior High School-Senior High School) in Gunungkidul Regency. (2) knowing the effort in building the preparedness of each school level and the influencing factors. This research uses qualitative method. The research informants were Principals, Teachers, Students, and Community Around, that all totaling 22 people. Data collection techniques using indepth interview, documentation, and field observation. Observations were made to observe the learning process and the integration of disaster materials in learning. Documentation is done to collect secondary data. Analysis of research data with data reduction, data display, verification and conclusion.Data validity using source triangulation technique. The result shows that at the elementary school level having good preparedness, junior high schools has poor preparedness, and high school has good preparedness. Preparedness is based on disaster knowledge, innovation, and effort in building safety culture at all levels. The development of preparedness in elementary schools is influenced by the thematic integration of thematic materials on all subjects, teacher-learning innovations in delivering disaster materials, and simulated emergency response activities conducted once a week. Inadequacies at junior high school level is influenced by the unfavorable integration of learning materials and low student motivation factors. Preparedness in high school is influenced by the development of a good school culture based on character education of students, school healthy programs and Adiwiyata school (environmental care).
Kata Kunci : kesiapsiagaan, sekolah siaga bencana, pembelajaran, tanah longsor.