IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO MULTI DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS ( TB MDR ) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
KURNIA FAJAR CHASANA, dr. Ika Trisnawati, Sp.PD-KP, M.Sc
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar belakang:TB MDR merupakan problem kesehatan dengan morbiditas dan mortalitas cukup tinggi. Identifikasi faktor risiko diperlukan untuk upaya pencegahan keadian TB MDR. Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi faktor risiko kejadian TB MDR yang ada di wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan case control untuk menilai faktor risiko kejadian TB MDR. Pasien terdiagnosis TB MDR dibandingkan dengan kelompok pasien TB non MDR kemudian dibandingkan paparan factor risiko yang diteliti. Hasil penelitian dianalisis dengan menghitung rerata dan proporsi. Kemudian dilakukan uji kai kuadrat dengan bantuan dummy table 2 x 2. Dilakukan analisis multivariat dengan analisis regresi logistik. Hasil: Didapatkan 53 pasien TB MDR sebagai kelompok kasus dan 106 pasien TB non MDR. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara dua kelompok tentang karakteristik umur, jenis kelamin, tempat tinggal, dan jenis pekerjaan (p>0,05). Dari analisis multivariat faktor risiko yang ditemukan berhubungan dengan peningkatan kejadian TB MDR adalah adanya riwayat pengobatan TB sebelumnya (p = 0,00; OR 31,82; CI95% 9,40-107,77) dan terdapat pasien TB di sekitarnya (p=0,01; OR 4,45; CI95% 1,45-13,70) . Sedangkan faktor-faktor yang lain tidak berhubungan bermakna dengan kejadian TB MDR yaitu: IMT, jarak rumah ke fasilitas kesehatan tempat mengambil obat, merokok, minum alkohol, riwayat vaksinasi BCG, pendidikan, pendapatan, ketaatan minum obat dan penyakit penyerta (p> 0,05). Kesimpulan: Faktor risiko yang ditemukan berhubungan dengan peningkatan kejadian TB MDR pada penelitian ini adalah adanya penyakit penyerta dan riwayat pengobatan TB sebelumnya.
Background: TB MDR is high impact disease for health problem with severe morbidity and high mortality. Risk factors identification could help preventive efforts of the disease. Objectives: To identify the risk factors of TB MDR in Yogyakarta Province of Indonesia. Methods: Study design is a case control study comparing risk factors exposure of the two groups: case group of MDR TB and control group of non MDR TB. The study data was analyzed by measuring means and student t-test analysis, Chi-Square analysis for identifying risk factors, and logistic regression is used for multivariate analysis. Results: There is 53 MDR TB patients as case group and 106 non MDR TB patients as control group. There is no significant difference of the characteristics of the two groups i.e. gender, age, living area, and occupancy (p>0,05). After multivariate analysis there are significant risk factors increasing TB MDR: the history therapy of previous TB (p = 0,00; OR 31,82; CI95% 9,40-107,77) and surrounding contact with TB patient (p = 0,01; OR 4,45; CI 95% 1,45–13,70). The other factors not found to have significant correlations to MDR TB are body mass index, distance of home to health care facility, smoking, alcohol drinking, BCG vaccination history, education, salary, patient compliance with TB therapy and concomitant disease (p>0,05). Conclusion : The risk factors found to have significant correlation with MDR TB are the existing concomitant disease and the history therapy of previous TB.
Kata Kunci : Words: Risk factors, MDR TB, Non MDR TB