Kajian Persepsi Masyarakat terhadap Kondisi Kualitas Air dan Strategi Pengendalian Pencemaran Sungai di Sub Daerah Aliran Sungai Gajahwong Daerah Istimewa Yogyakarta
KINASIH CITRA ARUMI, Prof. Dr. Suratman, M.Sc.; Dr. Lutfi Muta'ali, M.T
2017 | Tesis | S2 GeografiSungai Gajahwong sebagai sungai utama di Sub DAS Gajahwong, merupakan salah satu dari sembilan sungai yang telah mengalami penurunan kualitas air akibat pencemaran. Selama ini berbagai program telah dilakukan sebagai upaya mengendalikan pencemaran, namun masih ditemui beberapa kendala. Program-program yang ada selama ini bersifat top-down, sehingga menyebabkan adanya perbedaan persepsi antara pembuat kebijakan dan masyarakat. Oleh karena itu, menyamakan persepsi merupakan salah satu kunci dalam pengambilan keputusan, agar masyarakat mau berpartisipasi aktif sehingga program dapat efektif dan terus berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji kondisi kualitas air di Sub DAS Gajahwong berdasarkan sumber pencemar di bagian hulu, tengah dan hilir; 2) mengkaji persepsi masyarakat terhadap kondisi kualitas air Sungai Gajahwong; dan 3) merumuskan strategi pengendalian pencemaran dalam rangka peningkatan kualitas air sungai di Sub DAS Gajahwong. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan metode pengumpulan data sebagian besar dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, di samping interpretasi data sekunder sebagai pelengkap. Penelitian ini menggunakan metode analisis yang meliputi analisis status mutu air menggunakan metode STORET dan analisis persepsi menggunakan analisis induktif kualitatif. Pemeriksaan derajat kepercayaan data menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas air Sub DAS Gajahwong di bagian hulu, tengah maupun hilir dinyatakan cemar berat. Pada bagian hulu didominasi oleh penggunaan lahan pertanian, dan permukiman di bagian tengah serta hilir yang berpotensi sebagai sumber pencemar tak tentu. Kegiatan perekonomian di bagian hulu berpotensi sebagai sumber pencemar tertentu berasal dari kegiatan hotel, sementara di bagian tengah dan hilir berasal dari kegiatan restoran. Hal tersebut menyebabkan tingginya parameter biologi, yaitu Bakteri Koli Tinja dan Bakteri Total Koli dan parameter lain yakni parameter BOD, COD, Nitrit, Sulfida, deterjen, minyak dan lemak baik di bagian hulu, tengah dan hilir melebihi baku mutu. Persepsi masyarakat terhadap kualitas air sungai mencakup kondisi Sub DAS Gajahwong dan permasalahannya, pemanfaatan sungai, penyebab dan dampak pencemaran sungai, upaya pengendalian pencemaran sungai, peran pemerintah, kepedulian dan peran serta masyarakat, serta hak dan kewajiban terhadap lingkungan, sehingga memunculkan konsep peningkatan kualitas air, kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat dan keadilan terhadap lingkungan Strategi pengendalian pencemaran air sungai di Sub DAS Gajahwong dilakukan melalui aspek pengelolaan, hukum, kelembagaan dan lingkungan.
Gajahwong river as the mainstream of Gajahwong Watershed is one of the nine river basins that has been suffering water quality degradation due to cesspit pollutions. Various programs have been conducted to reduce the cesspit contamination, yet the water quality of Gajahwong Watershed is still below the water quality standard. The programs implementation for Gajahwong has top-down characteristics which often creates a lot of obstacles as the community and the government has different perception on the management. Hence, consolidating perceptions is key aspect in creating policies so the communities will sustain and actively participate in programs implementation. This study objectives are: 1) analysing the water quality of Gajahwong river based on the contaminant on upstream, middle-stream and downstream; 2) analysing the community perceptions on Gajahwong river water quality; 3) formulating the strategies regarding pollution management to improve the water quality in Gajahwong river basin. The method utilised for this study is qualitative method. The data is collected by conducting thoroughly interviews and observations as well as secondary data interpretations as complementary data. The gathered data is analysed using STORET approach for water quality assessment, and descriptive-inductive analysis for perceptions analysis. The data validity verification was conducted using data source triangulation techniques and triangulation technique. This study founded that the water quality in upstream, middle stream and downstream are heavily polluted according to STORET analysis. The biology parameter report that faecal coli bacteria, total coli bacteria and other parameters which are BOD, COD, Nitrite, sulphite, detergent, oil and lipid is concentration is founded above the minimum standard. Result study also founded that the community perception on Gajahwong river management could be categorised into the water quality conditions of Gajahwong sub watershed and its problems; river utilizations; the source and the impact of pollutions the effort to control water pollutions, government roles, community awareness in management and community role in environment management. The strategy of pollution controls in Gajahwong sub watershed is conducted through development, law enforcement, organization and environment.
Kata Kunci : Sub DAS Gajahwong, Pengendalian Pencemaran Sungai, Kualitas Air Sungai, Persepsi Masyarakat/ Gajahwong Sub Watershed, River Pollution Control, River Water Quality, and Community Perceptions