MANAJEMEN KONFLIK DALAM PROSES KOMUNIKASI ANTARA PENDUDUK ASLI DENGAN PENDATANG DI KAMPUNG CIBODAS KOTA TANGERANG (JUNI-NOPEMBER 2016)
HENY TRIYANINGSIH, Dr. Phil. Ana Nadhya Abrar, M.E.S
2017 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiManajemen Konflik Dalam Proses Komunikasi Antara Penduduk Asli dengan Pendatang di Kampung Cibodas Kota Tangerang (Juni-Nopember 2016) Oleh: Heny Triyaningsih ABSTRAK Di Kampung Cibodas, Kota Tangerang persentase pendatang migran lebih dari 80 persen. Hal itu dipengaruhi oleh bergeraknya Kota Tangerang sebagai kota industri, dimana kebutuhan tenaga kerja menyebabkan berdatangan tenaga kerja dari luar Kota Tangerang untuk bekerja. Keseharian dalam kondisi multikultur di Kampung Cibodas rukun dan damai dan tidak ada konflik besar yang terekam selama hampir 35 tahun. Namun, secara tersirat konflik timbul, ketika kepentingan bersinggungan antar warga yang multikultur. Posisi pendatang-penduduk asli mempengaruhi cara berkomunikasi dan penyelesaian konflik. Menarik untuk mendalami bagaimana komunikasi melakukan analisa dan menawarkan solusi penyelesaian konflik dalam komunikasi antar budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran komunikasi dalam penyelesaian konflik antar pendatang dengan penduduk asli menggunakan riset kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan adalah etnografi, sebagai prosedur penelitian kualitatif untuk menggambarkan, menganalisa, dan menafsirkan unsur-unsur dari sebuah kelompok budaya seperti pola perilaku dan bahasa yang berkembang dari waktu ke waktu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa sumber data yaitu observasi, intensive interview, documents (archival records), artifacts agar mendapatkan dua perspektif data, perspektif dari partisipan dan pihak luar (the outsiders). Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan teori komunikasi antar budaya Face Negotiation Theory. Gaya managemen konflik dari Face negotiation Theory yaitu dominating, avoiding dan integrating menjadi operasionalisasi konsep dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa penduduk asli banyak menggunakan gaya dominating, sedangkan pendatang banyak menggunakan gaya avoiding dan integrating dalam sikapnya terhadap konflik. Lebih dari itu, bias multikulturalisme dan tumpang tindih identitas membuat gaya manajemen konflik nampak belum tuntas dalam penyelesaian konflik. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menuntaskan penyelesaian konflik yang menjamin kenyamanan individu dan menjaga kerukunan antar budaya. Kata Kunci: komunikasi antar budaya, etnografi, face negotiation theory, gaya manajemen konflik
Conflict Management in Communication Process Between Indigenous and Expatriate in Cibodas Village Tangerang City (June-November 2016) By: Heny Triyaningsih ABSTRACT This research takes the object in Kampung Cibodas, Tangerang migrant arrivals--more than 80 percent. It is influenced by the Tangerang city tour as an industrial city, where labor needs to cause labor to arrive from outside the city of Tangerang to work. Everyday life in conditions of multicultural in Cibodas pillars and peaceful and there were no major conflicts recorded for almost 35 years. However, implied a conflict arises, when the interests of the tangent between the multicultural residents. Expat-native position affects how to communicate and conflict resolution. It is interesting to explore how communication analysis and propose a solution to the conflict in communication between cultures. This research aims to identify the role of communication in the settlement of conflicts between settlers with native use descriptive qualitative research. The methods used are ethnography, qualitative research procedure as to describe, analyze, and interpret the elements of a cultural groups such as patterns of behavior and language that evolves over time. Data collection techniques in the study uses multiple sources of data i.e. intensive observation, interview, docs (archival education records), artefacts in order to get two perspectives, perspectives from participants and outsiders (the outsiders). The data collected was analyzed with the theory of intercultural communication approaches Face Negotiation Theory. Conflict management styles of Face negotiation Theory that is dominating, avoiding and integrating into operasionalisasi concept with the results showed that many natives using a style dominating, while many entrants using the style of avoiding and integrating in his attitude towards the conflict. More than that, the bias of multiculturalism and overlapping identities create a conflict management style appears hadn't in conflict resolution. Further research is required for a complete solution to the conflict that guarantees individual comfort and keeping harmony between cultures. Keywords: intercultural communication, ethnography, face negotiation theory, conflict management style
Kata Kunci : intercultural communication, ethnography, face negotiation theory, conflict management style