Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Pratam Sleman
DIAN TRI APSARI, Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D.
2017 | Tesis | S2 Sains AkuntansiPajak merupakan sumber penerimaan utama bagi pemerintah untuk membiayai pembangunan, sehingga peran aktif masyarakat untuk memberikan iuran kepada negara dalam bentuk pajak sangat dibutuhkan. Kepatuhan wajib pajak merupakan faktor penting untuk meningkatkan penerimaan pajak. Namun, rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak di Indonesia masih menjadi masalah utama. Penelitian mengenai tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi di Indonesia sudah cukup banyak dilakukan, tetapi masih sedikit yang meneliti dengan menggunakan empat kelompok faktor sekaligus, yaitu faktor sosial, ekonomi, individual dan institusional, seperti yang digunakan oleh Engida dan Baisa (2014), yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh faktor sosial (persepsi keadilan pajak dan kelompok referensi), faktor ekonomi (probabilitas diaudit dan belanja pemerintah), faktor individual (kesadaran sanksi pajak dan kondisi keuangan pribadi), serta faktor institusional (kualitas pelayanan fiksus dan modernisasi administrasi perpajakan) terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di KPP Pratama Sleman. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 171 orang dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode convenience sampling dan snowball sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menemukan bahwa variabel kelompok referensi dan modernisasi administrasi perpajakan mendorong kepatuhan wajib pajak orang pribadi, sedangkan variabel persepsi keadilan pajak, kesadaran sanksi pajak, kondisi keuangan pribadi, persepsi probabilitas diaudit, belanja pemerintah, dan kualitas pelayanan fiskus tidak mempengaruhi kepatuhan wajib pajak orang pribadi di KPP Pratama Sleman.
Taxes are essential sources of state revenue for national development; therefore, the active role of community to contribute to as taxes is urgently needed. Taxpayer compliance is an important factor for increasing tax revenues. However, the low level of taxpayer compliance in Indonesia is major problem. Research on tax compliance in Indonesia is already conducted, but there are still lacks of examiners who use four groups at once, namely social, economic, individual and institutional factors, such as used by Engida and Baisa (2014) which influence individual taxpayer compliance. The purpose of this study is to analyze the influence of social factors (perception of tax fairness and reference groups), economic factors (audit probability and government spending), individual factors (tax sanction awareness, and personal financial constraints), as well as institutional factors (tax services quality and the modernization of tax administration) on individual taxpayer compliance in KPP Pratama Sleman. The number of respondents in this study are171 people and sample is conducted by convenience sampling and snowball sampling method. The data were analyzed using multiple regression analysis. The results of this study found that the reference groups and the modernization of tax administration variables encourage individual taxpayer compliance, while perception of tax fairness, tax sanction awareness, and personal financial constrains, perception of audited probability, government spending and tax service quality do not influence individual taxpayer compliance in KPP Pratama Sleman.
Kata Kunci : Kepatuhan Wajib Pajak, Persepsi Keadilan Pajak, Kelompok Referensi, Pemeriksaan Pajak, Belanja Pemerintah, Kesadaran Sanksi Pajak, Kondisi Keuangan Pribadi, Kualitas Pelayanan Fiskus dan Modernisasi Administrasi Perpajakan./ Individuals Taxpayer Complianc